DMI DKI Jakarta menandatangani nota kesepahaman kerjasama dengan DPW LDII DKI Jakarta

sumber : http://www.ldii.or.id
dpw ldii dki jakarta

Jakarta (23/1) DPW LDII DKI Jakarta bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta melihat peluang untuk membangkitkan umat Islam melalui masjid. Hal ini sejalan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang menaruh perhatian yang besar pada kesejahteraan marbot masjid dan fasilitas yang berkaitan dengan rumah ibadah.
Selama ini kesejahteraan marbot masjid kurang memadai. Selain itu sanitasi pada masjid umumnya tidak lebih baik, jika dibandingkan dengan hotel berbintang, bahkan sebagian ada yang sanitasinya buruk. Seperti mampatnya saluran pembuangan, bau tidak sedap, dan lain-lain.  Padahal, masjid sebagai fasilitas publik harus terawat dengan baik

Pemerintah provinsi DKI Jakarta menindaklanjuti permasalahan tersebut. Salah satunya dengan jalan Pemprov DKI Jakarta memberikan hibah kepada Dewan Masjid Indonesia sebesar Rp 10,1 miliar, Kemudian Dewan Masjid Indonesia mengalokasikan sebesar Rp 7 miliar anggaran di dalamnya, khusus untuk pembayaran gaji marbot alias penjaga masjid, tiap bulan ditambah biaya keberangkatan umrah. Adapun gaji yang dibayarkan kepada marbot masjid tiap bulannya kurang lebih Rp 200 ribu.
Selain SDM, Pemerintah juga memperhatikan perluasan masjid mencakup pembangunan taman lapangan. Bagi DMI Jakarta, ini merupakan kesempatan yang ditunggu-tunggu demi momentum kebangkitan Islam. Namun Pemprov DKI Jakarta juga memperhatikan aspek rasionalitas. “Apa yang telah dianggarkan harus jelas pos pengeluarannya dan ada manfaatnya,” ujar Daud Poliradja Wakil Ketua DMI DKI akarta.
DMI DKI Jakarta yang telah menandatangani nota kesepahaman kerjasama dengan DPW LDII DKI Jakarta, untuk menyambut inisiatif Pemprov DKI Jakarta tersebut. Dengan visi yang sama untuk meningkatkan kualitas marbot masjid, DMI DKI Jakarta dan DPW LDII DKI Jakarta menghelat Pelatihan Bersertifikat bagi para marbot terkait sanitasi dan cleaning service pada 22 Januari 2012, di ruangan Learning Center Hotel Sari Pan Pacific. DPW LDII Jakarta dan DMI Jakarta menggandeng manajemen Hotel Sari Pan Pacific yang akan memberikan materi pelatihan dan juga sertifikat. Ini merupakan bentuk CSR pihak Manajemen Hotel Sari Pan Pacific terhadap masyarakat.
Sebagai permulaan, pelatihan bersertifikat ini diikuti sekitar 28 marbot masjid dari LDII se- DKI Jakarta yang menjadi angkatan pertama. Pelatihan ini akan berkelanjutan dan mengundang marbot di seluruh DKI Jakarta secara bertahap. “Marbot masjid merupakan pekerjaan yang mulia. Justru hal yang hebat bagi kita jika marbot masjid memiliki profesionalitas seperti pegawai hotel bintang lima ditunjang dengan peralatan dan keahlian yang memadai. Saya prihatin jika membandingkan masjid-masjid disini dengan di luar negeri seperti Dubai yang justru sanitasi dan kebersihannya lebih mewah dari hotel bintang lima. Ditambah fasilitas yang sangat memungkinkan untuk kegiatan masjid,” ujar ketua DPW LDII DKI Jakarta Teddy Suratmadji.
Pelatihan marbot merupakan upaya menindaklanjuti keinginan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama agar hibah yang diberikan bisa bermanfaat. “Saya berharap hibah yang diberikan kelak bisa menjadi anggaran yang rutin direncanakan oleh Pemda DKI Jakarta untuk masjid-masjid. Tentu saya mengharapkan output yang baik dari pelatihan ini. Output yang baik memberikan citra yang baik di mata Pemprov DKI. Dengan demikian Pemprov DKI dengan senang hati membantu umat Islam. Namun, masjid yang telah  memiliki papan nama DMI lebih  mudah untuk menerima bantuan pemerintah, bahkan pembebasan lahan bagi masjid yang dibiayai oleh pemerintah. Ini sebagai tindak lanjut dari Perda Rumah Ibadah,” jelas Daud Poliradja.
Bagi pihak Hotel Sari Pan Pacific, kerja sama bersama  DMI DKI Jakarta dan DPW LDII DKI Jakarta merupakan wujud serius untuk mewujudkan Jakarta yang bersih dan sehat sebagai program CSR yang selama ini mereka lakukan. “Saya berterima kasih untuk peserta yang telah hadir, ini merupakan bentuk CSR kami terhadap Masyarakat. Kami menaruh perhatian besar terhadap masalah sanitasi. Contohnya, Ebola menyebar karena persoalan sanitasi yang buruk. Melalui program ini kami ingin mewujudkan Jakarta yang bersih dan sehat dengan sanitasi yang baik,” ujar General Manager hotel Sari Pan Pacific, Thomas Mayrhofer. (Khoir/LINES)

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in DMI DKI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s