Bagaimana Membina Keluarga Yang Baik?



Membina dan menciptakan keluarga sakinah-mawadah-wraohmah adalah tugas dan tanggungjawab seluruh elemen keluarga baik bapak sebagai kepala keluarga, ibu sebagai peramut anak-anak tak terkecuali anak juga berperan sangat penting dalam mewujudkan keluarga yang sakinah.

Keharmonisan keluarga akan terbentuk bila satu sama lain bisa mengerti dan bisa menjalankan fungsinya sebagai bagian dari keluarga. Nilai kesukuran dan kesabaran menjadi modal penunjang utama terciptanya komunikasi yang baik, tentu saja dengan ilmu dan hikmah yang harus kita tauladani adalah Rosululloh SAW. Bagaimana Rosululloh SAW membina rumah tangga telah banyak diceritakan dalam suatu hadits. Tak pernah terdengar dalam rumah tangga Rosululloh pertengkaran dan kata-kata caci maki bahkan suara keras sekalipun. Rosululloh dikisahkan dalam sebuah hadits, ketika datang kerumah istrinya dia bertanya “adakah hari ini makanan yang bisa dimaka?, maka ketika sang istri menjawab ada, maka Rosululloh memakannya dan mensyukurinya. Tetapi jika jawabannya, tidak ada ya Rosululloh, maka Rosululloh akan berpuasa pada hari itu. Dengan nikmat syukur dan sabar serta saling mengisi dalam suka dan serba keterbatasan, seyogyanya kita bisa saling berbagi dan saling mengisi untuk menjaga keutuhan rumah tangga, niscaya manisnya keluarga yang diidamkan yaitu keluarga sakinah-mawaddah dan warohmah dapat terwujud dengan sendirinya tanpa menyadari hari demi harinya, seorang kepala keluarga akan merasa damai dan tentram tatkala selesai dalam mengemban tugasnya mencari maisyah selalu ingin cepat pulang dan bersua dengan anak dan istri dirumah. Seorang istri, yang dengan nilai kesyukuran dan kesabarannya dalam menjaga rumah dan anak-anaknya merasa selalu riang dan bangga dapat menjalankan kewajibannya dan serasa selalu mendoakan suami dan anak-anaknya setiap melepas kepergian dan menunggu kedatangan suami dari menjalankan tugas rumah tangganya. Sang anak dengan melihat ayah dan ibunya selalu dalam kesyukuran dan kesabaran dalam mendidik dan mengarahkan serta membimbing akan selalu menjadi panutannya dalam hidup sehingga mencontoh tabiat serta tingkah laku yang mereka lihat didalam rumah sebagai pondasi menjadi anak-anak yang sholeh dan sholihat.

Maka betul apa yang dikatakan dalam hadits Nabi bahwa seorang anak akan mengikuti agama orang tuanya, apakah Islam, Yahudi atau Nasroni bahkan Majusi – See more at: http://www.ldiijember.info/2013/11/program-generasi-berlian-anak-indonesia.html#sthash.yDuaffuz.dpuf
Maka betul apa yang dikatakan dalam hadits Nabi bahwa seorang anak akan mengikuti agama orang tuanya, apakah Islam, Yahudi atau Nasroni bahkan Majusi – See more at: http://www.ldiijember.info/2013/11/program-generasi-berlian-anak-indonesia.html#sthash.yDuaffuz.dpuf

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Membina Keluarga. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s