Pancasila adalah Islam ala Indonesia Penuh Kesantunan

KH. Husen Syafii bin Habib Muhdor, putra seorang pejuang dan ulama berkata, dulu tahun 90-an saat saya berkesempatan ke Mesir, saya datang di bandara menuju Al-Azhar dan naik taksi, ketika turun sang sopir minta 20pon, dengan kagetnya saya tunjukkan paspor saya. Sang sopir lalu melihat paspor dan tertawa….. hahahaha….. Indonesia….Ooo Sukarno…. two pon. Akhirnya saya turun dari taksi dengan membayar 2 pon saja.

Betapa kebanggaan saya sebagai anak bangsa saat itu dan akan terus berkobar sampai kapanpun, kemarin saya menerima undangan Sarasehan Kerukunan Berbangsa Berdasarkan Pancasila yang dengan semangat itu pula saya datang (25/11). Saya bersyukur bisa hadir walaupun saya harus meninggalkan putra saya yang sedang sakit di Madura hanya untuk mendatangi undangan sarasehan ini. Dengan harapan yang sama seperti saudara-saudara yang hadir pada hari ini, bersama untuk membangun dan menggugah macan tidur seperti yang ditakuti oleh Amerika.

Gusdur mengatakan, kita bangsa Indonesia mempunyai tiga tali persaudaraan, ukhuwah Fizaniah, ukhuwah Wathoniah dan ukhuwah Diniyah, berarti bila kita berbeda agama masih punya dua tali persaudaraan, dan tidak dihalalkan darahnya. Perpecahan di dalam bangsa ini dan didalam agama selalu dengan provokasi, seperti “annasu ala dinii mulukihim”. Para pejabat, para atasanlah yang selalu mengorek-ngorek, perbedaan pendapat tidak pernah menjadi permusuhan tetapi perbedaan pendapatan akan mengundang permusuhan dan perpecahan.

Pancasila yang di lulus para ulama sepuh dan dikaji terus menerus maka dikatakan Islam ala Indonesia tidak terlupa ajaran Islamnya tetapi ditambah dengan kesantunan, budaya Indonesia yang sangat santun adalah karakteristik yang dimiliki bangsa Indonesia.

Diharapkan dengan sarasehan ini, para profesor, ulama, dan ilmuwan untuk menyerukan dan menyampaikan kepada pemerintah suara-suara rakyat bahwa kita butuh pemimpin yang tegas dan bermartabat.
Kemana kecintaan pemimpin akan bangsa ini?

Berita Terkait:

  1. Universitas Jember gelar Sarasehan Pancasila
  1. Pancasila di mata LDII

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Islam Cinta Pancasila. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s