Program Generasi Berlian Anak Indonesia

menjadikan penerus-penerus bangsa yang baik di masa 10 tahun yang akan datang yang berilmu, mandiri dan berakhlak mulia adalah tanggungjawab dari orang tua-orang tua yang hidup sekarang.

Lebih dulu manakah antara telur dengan ayam?… jawabnya tentu lebih dulu telur
Lebih dulu manakah ayam dengan telur?…. jawab saja lebih dulu ayam
Terlepas persoalan pendahuluan kata tanya antara telur atau ayam, yang jelas telur dihasilkan oleh ayam dan telur menetas menjadi anak ayam. Benarkah demikian? lalu, bagaimana dengan manusia? lebuh dulu manakah telur (ovum) dengan anak manusia?

Konon berdasarkan ahli kedokteran dan juga tertuang dalam agama Islam, bahwa hasil pembuahan atau bertemunya antara sperma laki-laki dengan sperma perempuan dalam rahim perempuan membentuk segumpal daging yang dinamakan janin, janin berkembang menjadi anak di dalam kandungan sampai 9 bulan lamanya (bisa kurang bisa lebih) dan lahirlah yang namanya anak manusia yang sempurna.  Sepintas kita berbelok pada sekumpulan burung (sriti) yang meninggalkan air liurnya sekarang menjadi idola di pasaran (sarang burung sriti) dengan harga yang fantastis mencapai jutaan rupiah per kilonya. Sedangkan manusia yang konon diciptakan sebagai mahluk yang sempurna ternyata air liurnya tidak berharga dibandingkan air liurnya burung sriti.

Manusia diciptakan dari air yang hina yang tidak ada harganya bila dibandingkan dengan air liurnya sriti tetapi setelah lahir menjadi mahluk yang paling sempurna dibandingkan mahluk-mahluk lain. Kesempurnaan manusia itu karena diberi ilmu dan akal budi ternyata juga tetap bergantung kepada mahluk-mahluk lain disekitarnya. Seorang anak dilahirkan dalam keadaan suci bagaikan kertas putih yang kosong tanpa coretan-coretan atau belum ada catatan amal dari malaikat. Maka betul apa yang dikatakan dalam hadits Nabi bahwa seorang anak akan mengikuti agama orang tuanya, apakah Islam, Yahudi atau Nasroni bahkan Majusi, kalau di Indonesia bisa Islam, Kristen, Katolik, Buda, Hindu, Konghucu ataupun semacam kepercayaan dan semacamnya tergantung dari orang tuanya. Pengaruh lingkungan terdekat menjadikan anak juga bisa menjadi baik atau buruk walaupun tak ada naluri orang tua akan menjadikan jelek anak-anaknya.

Manusia yang hidup sekarang apakah sedang menjabat sebagai Presiden, sebagai Pengusaha, sebagai ilmuwan, sebagai politisi, sebagai pendidik, sebagai pedagang, sebagai apapun saat ini adalah hasil didikan orang-orang tua 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun atau boleh dibilang puluhan tahun yang lalu. Maka untuk menjadikan penerus-penerus bangsa yang baik 10 tahun yang akan datang yang berilmu, mandiri dan berakhlak mulia adalah tanggungjawab dari orang-orang tua yang hidup sekarang.

DPP LDII menginstruksikan dan menggagas serta membentuk Program Pembinaan Generus (PPG) dalam rangka menjadikan generasi-generasi penerus bangsa memiliki Tri Sukses generasi masa depan bangsa, seyognyanya dapat dicontoh dan dapat ditiru serta diteruskan kepada seluruh generasi Indonesia yang setahun yang lalu telah digagas pemerintah sebagai momentum pencanangan generasi emas. Program Tri Sukses Generasi LDII dengan dilandasi 6 tobiat luhur bangsa dan sesuai dengan tuntunan serta suri tauladan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Rosululloh, SAW yaitu :

  1. Rukun
  2. Kompak
  3. Kerja sama yang baik
  4. Jujur
  5. Amanah
  6. Efektif dan Efisien
LDII yakin dengan 6 tobiat luhur bangsa ini menjadikan generasi bangsa bukan lagi menjadi generasi emas melainkan generasi berlian yang akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bersinar seterang rembulan. Tri Sukses Generasi Muda LDII bila diteruskan dan menjadi program pokok bangsa juga pasti dapat memberikan solusi terhadap permasalahan pengangguran dan kemiskinan serta problematika kemiskinan di Indonesia. 
  1. Jiwa-jiwa muda yang berilmu agama akan menjadi yang terbaik dengan bekal mengerti yang benar dan salah, mengerti yang halal dan batil, mengerti akan kewajiban-kewajibannya sebagai mahluk bertuhan dan bermasyarakat (hablumminalloh & hablumminannas). 
  2. Jiwa muda yang berakhlak mulia dapat menjadikan pondamen menjalankan 6 tobiat luhur bangsa sehingga keluhuran dan kemulyaan bangsa menjadi kejayaan dan watak pribadi bangsa Indonesia.
  3. JIwa muda yang mandiri, trampil, dan berinovasi dalam menggapai kemandirian menjadikan jiwa-jiwa entreprheneurship/wirausaha yang mandiri, pantang menyerah, giat, rajin dan menjadi cendekiawan bangsa di dunia. Menjadi guruneng Jagad.

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Generasi Berlian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s