Pancasila Digali Bung Karno dari Perut Bumi Indonesia

Prof. Sudjito Pakar Kajian Pancasila dari UGM

Sudah tidak dibantah lagi bahwa Sukarno, Presiden Pertama RI adalah penggali Pancasila, digali dari bumi Indonesia sumbernya ada 3, yaitu dari agama-agama yang ada di Indonesia, dari Budaya yang ada di Indonesia, dan dari Adat istiadat yang selalu dipraktekan dalam kehidupan oleh Bangsa Indonesia. Inilah yang kemudian digarisbawahi Filosofi Indonesia bernama Noto Nagoro, Bangsa Indonesia ini selama ini sudah ber-Pancasila dalam Tri Prakara, yang tiga tadi, agama, budaya dan adat istiadat.

Pancasila yang ada dalam Tri Prakara sendiri sudah ada sejak ribuan tahun yang lalau. Bung Karno mengatakan sudah 6 ribuan tahun sebelum Indonesia merdeka sebetulnya Pancasila sudah ada di perut bumi Indonesia. Cuma kemudian Pancasila yang nilai-nilai luhurnya sudah diakui bangsa sendiri dan dunia tenggelam selama 3,5 abad karena dijajah Belanda ditambah 3,5 tahun oleh Jepang. Ribuan tahun itu tenggelam karena ada campur tangan asing itu, sehingga Bangasa Indonesia menggali lagi dan terlihat mutiara-mutiara, muncullah kesadaran Bangsa Indonesia untuk merdeka dan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara. Bahwa setiap bangsa memiliki masing-masing jiwanya, kenapa Sriwijaya dulu bisa mencapai jaman keemasannya karena ada jiwa kebangsaan pada jaman itu, bila kita ingin mencapai keemasan maka harus bisa mendasarkan pada jiwa bangsa kita. Tapi kalau kita jadikan jiwa itu hanya sekedar otak-atik akal saja, padahal akal itu ada yang cerdas ada yang bodoh, tetapi sungguh amat sangat celaka bila jumlah yang bodoh lebih banyak mengalahkan yang cerdas tapi jumlahnya kecil hanya kalah karena foting, seperti sekarang ini.

Di dalam jiwa yang besar itu ada keluhuran nilai-nilai agama, budaya dan adat istiadat, ukuran itu kembali pada kosmologi bangsa Indonesia yang purnalistik religius, kita selalu mengutamakan dan mengedepankan perilaku yang komunalistik religius, benar salah ukurannya kembali pada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, oleh karena itu putusan hukum itu selalu kembali pada Ketuhanan YME, dan tidak hanya formal. Harus didasari pada penghayatan dan usaha yang sungguh-sungguh bahwa keadilan itu berdasarkan Ketuhanan YME, tidak berdasarkan keuangan yang maha kuasa.
Dengan kerukunan kita hidup bernegara, sebagai orang Islam saya mengucapkan salam Assalamu’alaikum wrwb. Tetapi Bung Karno, selain mengucapkan Assalamu’alaikum juga mengatakan salam “MERDEKA”.
untuk memotivasi dan menyatukan bangsa. Untuk itu Sudjito mengajak untuk mengembalikan jiwa Pancasila mengatakan salam “PANCASILA”.

Kaitan dengan Pancasila, keunikan di Jember yang kehidupannya dinamis sepanjang waktu bergerak dinamis untuk maju bersama dalam aneka ragam hidup seperti yang ada dalam pikiran kita. Karena masa kini dan masa depan berbeda tetapi tetap satu Pancasila. Keluarbiasaan Jember, kota kecil yang terkenal sampai mancanegara berkat budaya festival fasion. Di Jember ternyata banyak jalan-jalan daerah seperti Jl. Kalimantan, Jl.Sulawesi, Jl.Halmahera, Jl.Riau, Jl.Sumatra dll, tampaknya semangat sumpah pemuda bertanah air satu tanah air Indonesia sudah membumi di Jember. Juga ada jalam pahlawan, artinya kota Jember yang kecil ini memiliki jiwa nasionalisme dan perjuangan yang tinggi.

berita terkait :

Kiai As’ad bicara PancasilaPancasila di mata LDII

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Menggali Pancasila. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s