Sarasehan Kerukunan Umat Bernegara Berdasarkan Pancasila

Universitas Jember bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada menghadirkan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemerintahan dan tokoh akademika di wilayah Jember untuk berbicara Pancasila yang digelar di aula lantai 3 gedung Mas Soerachman Universitas Jember (25/11).

M.Fathurrozi, ketua panitia dalam laporannya sengaja menempatkan kesyukuran hidup sehat sebagai anugrah terbesar karena biasanya kalau hidup sehat semua kegiatan berjalan lancar dan semua konsumsi cepat habis. Filosofinya, saya sehat jangan ada makanan mendekat akan aku sikat. Kami sampaikan bahwa sarasehan kerukunan bernegara berdasarkan Pancasila ini sengaja dilaksanakan bertepatan dengan hari guru nasional, Fathurrozi memberikan selamat dan applous kepada semua guru Indonesia yang diikuti applous seluruh peserta. Fathurrozi yang juga dekan Fakultas Ekonomi mengingatkan kembali pesan Guru jangan banyak makan tapi harus banyak belajar. Jangan takut karena gagal 3 kali, yang penting dapat berhasil 4 kali, himbau Rozi. Guru adalah digugu dan ditiru, tidak banyak turu tapi tetap berjuang agar masyarakat tetap bersatu. Dengan harapan adanya sarasehan ini, hidup kita menjadi indah.

Rektor Universitas Jember, M.Hasan, menyampaikan bahwa sarasehan ini dalam rangkaian event tegal boto dalam ulang tahun (dies natalis) Universitas Jember yang ke-49. Event ini sebagai pemanasan menjelang ulang tahun emas ke-50 Universitas Jember, ungkap M.Hasan. Kita sebagai bangsa Indonesia patut bersyukur, karena para tokoh pemerintah (founding father) dulu telah banyak berkorban untuk kemerdekaan dan meletakkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Kami sepakat dengan rumusan Pancasila, yang perlu kita pertahankan adalah bagaimana menjaga Kita harus menyadari bahwa Indonesia terbentuk atas keberagaman warna dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Untuk mewujudkan Indonesia lebih maju secara konsisten menegakkan NKRI dengan keragaman itu bisa saling memperkuat secara harmonis. Yang sudah antri memohon untuk jadi WNI sudah banyak, kenapa kita yang sudah difold sebagai warga Indonesia tidak bangga menjadi WNI. Justru kita harus bangga dan menjadikan keberagaman warna itu sebagai kekuatan yang harus kita jaga dan tumbuh semakin kuat. Event kecil ini, jelas Hasan, diharapkan bisa sebagai ukhuwah Insaniah terlebih bisa menjadi ukhuwah wathoniah.

Adapun susunan acara adalah sebagai berikut:

No
Jam
Acara Kegiatan
1.        
09.00-09.30
Pembukaan:
      a.       Lagu Indonesia Raya
      b.      Laporan Ketua Panitia
      c.       Sambutan Rektor Universitas Jember
      d.      Serah Terima Cinderamata
      e.      Doa
2.        
09.30-11.20
Nara Sumber : KH. As’ad dari PBNU
3.        
11.20-12.00
Nara Sumber : KH. Jazir dari Jogjakarta
4.        
12.00-13.30
Nara Sumber : Prof. Sudjito dari UGM
5.        
13.30
Seminar Selesai dan Sesi Foto Bersama

berita terkait :

  1. Kiai As’ad bicara Pancasila

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Sarasehan Pancasila. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s