Bertempat di halaman masjid Al-Manshurin jalan Langsep Raya Patrang Jember (15/10), ribuan jamaah LDII Kabupaten Jember memadati halaman masjid untuk melaksanakan sholat idul adha.

KH. Abdul Syukur Taufik, MT selaku khotib dan imam sholat menyampaikan, kita sebagai umat islam yang hidup dizaman akhir supaya selalu bersyukur atas segala nikmat sehat, sempat dan hidayah bisa menetapi Islam sebagai Rahmatan lil’alamin. Setelah sehari puasa Arofah (9 Arofah) tepatnya 14 Oktober 2013, Rosululloh SAW bersabda “Barang siapa puasa 9 Arofah maka diampuni dosa-dosanya satu tahun sebelum dan satu tahun sesudah berpuasa”, dimana saudara-saudara kaum muslimin yang sedang beribadah haji di Mekah sedang melaksanakan wukuf di Arofah. Pagi ini kita berkumpul bersama melaksanakan sholat Idul Adha, sedangkan yang ibadah haji sedang menunggu waktu dhuha bersiap melakukan toaf ifadoh dan melempar jumroh aqobah. Seperti yang sedang dilaksanakan oleh ketua DPD LDII Kabupaten Jember Drs. Sunardi, MT.bersama seluruh kaum muslimin dan muslimat yang mendapat kesempatan beribadah haji.

Kurban adalah sunah Nabi Ibrohim sebagai salah satu nabi yang diberi keutamaan dan kemulyaan Alloh sebagai Ulil Azmi, dimana Alloh memberikan kedudukan yang mulya atas kenabiannya sebagai simbol ketabahan dan kesabaran dalam menyampaikan risalah Alloh kepada umatnya. Abdul Syukur menjelaskan kepada jamaah bahwa perintah berkurban kepada umat Rosululloh SAW yang saat itu Ibrohim diperintahkan untuk menyembelih putranya Ismail dengan keridloan dan keimanannya akhirnya oleh Alloh diganti dengan seekor kambing.

Sahabat sempat bertanya kepada Rosululloh, wahai nabi, apa kelakuannya berkurban?
Rosululloh menjawab: Sunnahnya Nabi Ibrohim AS
Sahabat      : lalu apa bagi kami ya Rasululloh?
Rosululloh : setiap helai rambut adalah satu kebaikan
Sahabat      : apakah dari rambut yang lembut?
Rosululloh : dari setiap helai rambut lembut adalah satu kebaikan
Sahabat      : adakah yang membandingi pahalanya berkurban?
Rosululloh : tidak ada
Sahabat      : walaupun jihad, ya Rosululloh?
Rosululloh : kecuali orang yang jihad dengan diri dan hartanya dan pulang tinggal namanya.

Begitu besar pahala berkurban, sehingga jamaah supaya bisa berkurban walaupun dengan patungan atau bersama-sama dan sesungguhnya pahala berkurban diterima oleh Alloh sebelum darahnya sampai ke bumi, adapun daging kurban hendaknya dapat berbagi dengan fakir miskin dan tetangga.

Abdul Syukur menjelaskan bahwa Nabi Ibrohim diutus oleh Alloh kepada kaumnya yang kafir bahkan keluarganya dalam keadaan kafir dan musyrik penyembah berhala. Menyampaikan risalah Alloh menuju jalan keimanan tentu saja menjadi tugas yang sangat berat ditengah kaum yang kafir, apalagi ayahnya Ibrohim adalah pembuat patung-patung berhala sesembahan mereka. Dengan menyampaikan risalahnya secara santun tidak berhasil, ditengah siang yang terik dimana kaumnya sedang tertidur lelap, berbekal kampak dan kayu Ibrohim menghancurkan berhala-berhala dan meninggalkan satu berhala yang paling besar yang dianggap Tuhan mereka.

Melihat Tuhan-Tuhan mereka hancur berantakan, marahlah kaum dan pembesar-pembesar termasuk ayahnya Ibrohim.
Pembesar : Siapa yang menghancurkan Tuhan-Tuhan kita, sungguh rusak dan laknat dia
Kaumnya : Paling Ibrohim ini, karena sebelumnya dia mengajak meninggalkan Tuhan kita
Ayahnya   : Ya… panggil Ibrohim (lalu dipanggillah Ibrohim)
Pembesar : Hai Ibrohim! apakah kamu yang menghancurkan Tuhan-Tuhan kami?
Ibrohim    : Tanya saja pada Tuhan kalian (berhala) yang paling besar itu, bukankah dia yang pegang kampak dan kayu? (ucapan Ibrohim mengagetkan semua kaum itu)
Ibrohim    : Kalau Tuhan kalian saja tidak bisa melindungi dirinya sendiri kenapa kalian menyembah mereka? bukankah kalian sendiri yang membuatnya? Wahai kaumku, kembalilah menyembah pada Alloh, Tuhan semesta alam yang menciptakan kita sekalian, dan hanya kepadaNyalah kita akan kembali.

Mereka bukan malah beriman bahkan semakin marah dan murka sehingga Ibrohim dibakar dalam tungku pembakaran yg besar dan menyala. Atas perlindungan Alloh, api yang membakar Ibrohim menjadi dingin seperti air dan selamatlah Ibrohim dari upadaya mereka. Akhirnya Ibrohim beserta istrinya Saroh diusir dan menuju negara Syam.

Cobaan di negara Syam dimana Raja Syam yang playboy dan kejam membawa Ibrohim dan Syaroh ditangkap dan dihadapkan kepada Raja Syam. Raja Syam yang suka dengan perempuanpun melihat Syaroh langsung ingin memilikinya.
Raja Syam : Siapa perempuan ini? (kepada Ibrohim)
Ibrohim yang mengetahui kelakuan Raja Syampun menjawab: ini adalah saudara saya
(seandainya Ibrohim menjawab Syaroh adalah istrinya, niscaya Raja Syam akan membunuhnya dan Syaroh akan diambil)
Akhirnya Ibrohimpun selamat, namun nasib membawa Syaroh kepada Raja Syam. Ketika Raja Syam hendak menyetubuhi Syaroh, alangkah terkejutnya Raja Syam karena tubuhnya gemetar semerti cacing kepanasan. Berulang kali dia mencoba namun berulang kali pula badannya berguncang seperti cacing kepanasan. Akhirnya dilepaskanlah Ibrohim dan Syaroh dan sebagai budi baik Ibrohim deberi hadiah seorang perempuan bernama Hazar. Dari Hazar inilah putranya Ismail dilahirkan saat Ibrohim berumur 80 tahun. Kecintaannya pada Ismail diuji oleh Alloh dengan diperintahkan untuk menyembelihnya dan sekarang menjadi sunnah dengan pahala yang sangat besar disisi Alloh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s