Safari Ramadhan Kepala Bakesbang ke Kantor DPD LDII Kabupaten Jember

Safari Ramadhan Kepala Bakesbangpol, Widi Prasetya Jember, (15/7) di Aula Kantor DPD LDII Kabupaten Jember dalam ranka sosialisasi undang-undang keormasan terbaru. Widi Prasetya menyampaikan bahwa bangsa Indonesia diambang kehancuran. Belajar dari sejarah Nusantara Abad ke 13, kejayaan Sriwijaya yang makmur dan sejahtera meliputi wilayah yang lebih luas dari NKRI, hancur dalam kurun waktu 700 tahun atau 7 abad, setelahnya berdiri Nusantara ke2 dengan kerajaan Majapahit yang juga dengan wilayah lebih dari NKRI, hancur dalam kurun waktu 70 tahun. Proklamasi 17 Agustus 1945 dengan atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, NKRI didirikan atas dasar Falsafah Pancasila dan UUD’1945 tanpa memandang suku-ras-golongan- dan agama. Pendiri Bangsa ini sepakat bercita-cita mensejahterakan rakyat dengan mengedepankan permusyawaratan perwakilan. Bangsa kita sekarang banyak yang sudah lupa akan hal itu, sehinga disana sini permusyawaratan diartikan dengan voting untuk mencapai mufakat. Dari mulai lapisan paling bawah di tingkat RW, Kelurahan, Kepala Desa, Bupati, Gubernur sampai Presiden dilakukan pemilihan secara voting, tidak ada lagi permusyawaratan perwakilan. Kalau melihat sejarah 70 tahunan, maka bisa jadi tahun 2015 nanti NKRI akan habis dari permukaan bumi. Betapa tidak, tegas Widi, kalau nanti pemilihan Presiden dari wilayah dan partai yang kalah, pulang ke daerahnya dan merasa tidak terima atas kekalahan pemilihan presiden dan mendirikan negara maka bisa jadi NKRI terpecah belah menjadi beberapa negara. Hal inilah yang perlu diwaspadi bersama, demokrasi yang kebablasan akan mengarah pada perpecahan dan disintegrasi bangsa. Widi juga mengatakan bahwa proses yang demikian ini memang sudah disiapkan oleh Negara adikuasa untuk menghancurkan Indonesia.

Widi sempat bertanya kepada peserta apakah kita sekarang ini belum merdeka atau sudah merdeka ataukah sudah merdeka sekali? Widi dengan tegas bahwa kita hidup sekarang ini sudah sangat merdeka sekali, semuanya hidup seakan memiliki kehidupan yang sebebas-bebasnya. Undang-undang keormasan yang baru sudah banyak mengakomodasi kepentingan-kepentingan sekelompok orang, karena digodog oleh orang-orang yang membawa kepentingan partainya masing-masing. Cita-cita perjuangan kemerdekaan sudah hilang dari isi dan pokok pembentukan NKRI. Widi mengajak untuk kembali mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 karena Allah sudah meridhoinya. Pancasila sudah menjadi pemersatu bangsa dari segala bentuk perpecahan dan telah mengatur semua kehidupan baik berbangsa, bernegara dan berorganisasi. Semuanya dilindungi dalam bingkai Pancasila dengan Bhineka Tunggal Ika.

Berbicara tentang agama, didalam Pancasila pasal 1 jelas-jelas bangsa Indonesia mengakui akan adanya Tuhan Yang Maha Esa dan negara menjamin kemerdekaan atas pemeluk agama untuk mengerjakan ibadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya masing-masing. Widi enggan berbicara tentang LDII karena LDII termasuk salah satu ormas yang terdzolimi, terangnya. Sekarang jangankan berbeda agama, yang satu keyakinan saja sudah sering terjadi perselisihan bahkan saling hujat dan saling bermusuhan dan perpecahan. (bobbisrie)

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Safari Ramadhan KaBakesbang. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s