Sidang Itsbat penetapan 1 Ramadhan pada hari Rabu, 10 Juli 2013 oleh Menteri Agama Suryadharma di Kementerian Agama dihadiri perwakilan ormas Islam dan negara-negara Muslim. Sementara Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Selasa, 9 Juli 2013.

Perbedaan berdasarkan keyakinan masing-masing diharapkan tidak menjadi persoalan ummat, akan tetapi menjadi motivasi untuk terus menjalin ukhuwah Islamiyah mempererat tali silaturrohim. Ramadhan adalah bulan suci untuk menebar kebaikan dan memohon ampunan serta pahala yang langsung menjadi kewenangan Alloh swt. kepada ummatNya. 

Dari Abu Hurairah radhiyallohuanhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallohu alaihi wasallam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan sabdanya:
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang mubarak (diberkahi). Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu. Juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikan lailatul qadr, maka ia orang yang terhalang dari kebaikan.” (HR. Nasa`i dan Ahmad)

Sungguh Alloh telah menebar pesona Ramadhan kepada hambanya yang benar-benar Iman dan percaya akan kebesaranNya. Mempertaruhkan keimanan terhadap pesona Ramadhan, menjalankan puasa selama sebulan penuh menghindari makan dan minum disiang hari, menjalankan kegiatan-kegiatan positif dan berpahala serta menjauhi kegiatan-kegiatan negatif dan berdosa. Demi meraih lautan pahala yang ditebar oleh Alloh dengan lipatan pahala. 

Puasa di bulan Ramadhan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala, Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah subahanahu wa ta’ala, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s