Berkembangnya pemberitaan atas protes massa atas ceramah di masjid UIKA yang cenderung menyudutkan LDII, kami DPD LDII Kota Bogor memberikan klarifikasi atas peristiwa tersebut. Kami menyayangkan peristiwa itu terjadi, karena peserta tidak dapat menahan diri menanggapi provokasi Ust Adam Amrullah yang melakukan kampanye negatif terhadap LDII. Fakta lain yang DPD LDII Kota Bogor temukan saat mempelajari video dan foto, adalah tidak ada warga LDII yang melakukan pemukulan maupun perusakan fasilitas masjid, ataupun menggunakan sepatu ke dalam masjid.

Yang kami temukan adalah kerusakan mimbar khotbah akibat pengurus masjid Ust. Muhajir yang memanjat mimbar yang di dalamnya terdapat Al-Quran. Karena material mimbar yang rapuh, maka Ust Muhajir terjatuh dan menimpa Al-Quran. Selanjutnya dari video tersebut kami menemukan seseorang mahasiswa yang menggunakan kaos kaki, bukan sepatu ataupun sandal seperti yang ramai ditulis di media massa.
LDII juga tidak memobilisasi massa, karena surat undangan dialog diskusi oleh Ust Adam Amrullah bersifat terbuka untuk umum dan genting.  Jadi LDII tidak bisa memastikan keributan tersebut dilakukan oleh warga LDII maupun umat Islam lainnya.
Adapun kronologi kericuhan tersebut sesuai wawancara dengan Ketua PC LDII Tanah Sareal dan rekaman video peristiwa adalah sebagai berikut :

Jumat 14 Juni 2013 pukul 13.00

Warga LDII mendapatkan informasi dari selebaran mengenai adanya diskusi membongkar kesesatan LDII dari Ust Adam Amrullah.
Ketua PC LDII Tanah Sareal Kota Bogor H  Iskandar melaporkan hal tersebut kepada pihak Polsek Tanah Sareal. Setelah melakukan pengecekan lokasi, pihak Polsek Tanah Sareal tidak dapat mengintervensi kegiatan dikarenakan kegiatan dilaksanakan di dalam kampus dan diketahui oleh Pembantu Rektor III.
Pukul 20.00
Pengurus DPD LDII Kota Bogor dan Ketua PC LDII Tanah Sareal meminta warga LDII tidak terprovokasi dan apabila ada yang menghadiri acara tersebut, supaya tidak melakukan tindakan anarkistis. Pengurus DPD LDII Kota Bogor menemui panitia di Masjid Al Hijr UIKA, tempat lokasi penyelenggaraan acara tersebut. Ternyata Pengurus DPD LDII Bogor tidak berhasil menemui panitia, melainkan hanya bertemu dengan dua orang mahasiswa biasa.
Pengurus DPD LDII Bogor berinisiatif menelepon panitia/contact person yang tercantum dalam brosur yang selanjutnya diketahui bernama Ahmad (087870136023). Ahmad tidak bersedia menemui kami dengan alasan sedang persiapan ujian, akhirnya pembicaraan dilakukan via telepon. Adapaun isi pembicaraan:
1. Pengurus DPD LDII Kota Bogor menyarankan agar diskusi dengan Ust Adam Amrullah dibatalkan namun acara ruqiyah boleh tetap dilanjutkan. Mengingat apa yang disampaikan Ust Adam Amrullah bersifat provokatif, justifikatif, dan mendeskreditkan LDII. Saran tersebut disampaikan agar tidak ada gejolak besar dari warga LDII sehingga  terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sdr Ahmad mengatakan bahwa semuanya sudah dipersiapkan
2. Sdr Ahmad menjawab panitia telah menyiapkan pengamanan yang terdiri dari anggota Menwa, Tae-kwondo, dan Merpati Putih.
3. Sdr Ahmad mempersilakan warga LDII datang asal tetap beretika dan bermoral apalagi ini dilingkungan akademis. Sdr Ahmad seperti tidak sadar bahwa acara yang dia helat adalah acara yang tidak beretika dan bermoral karena memecah belah umat Islam. Sementara temanya bersifat provokatif dan mengesampingkan etika moral secara intelektual.
4. Atas jawaban Sdr Ahmad, Pengurus DPD LDII Kota Bogor menegaskan tidak bisa menjamin warga LDII atau umat Islam lain, tidak melakukan tindakan anarkistis.
5. Akhirnya Sdr Ahmad mengaku bahwa dirinya hanya penerima pendaftaran bukan panitia yang bertanggung jawab pada acara tersebut. Setelah menanyakan nama peserta Sdr Ahmad menutup telepon dan tidak bisa dihubungi kembali.

Sabtu, 15 Juni 2013 Pukul 08.30

Acara dimulai, dibuka dengan pembacaan ayat Al-Qur’an dan sambutan ketua panitia yang berisi biodata Adam Amrullah dan berapa lama Adam Amrullah berada di lingkungan pengajian LDII.
Selanjutnya Adam Amrullah masuk ruangan dan mengambil tempat di pojok kiri di mana laptop dan infocus disiapkan. Seluruh peserta merapat ke arah Adam Amrullah dengan membentuk lingkaran sesuai permintaan panitia. Adam Amrullah juga mengatakan, “Saya tahu bahwa disini juga hadir dari LDII………… Assalamualaikum,” katanya.
Adam Amrullah mulai membuka slide. Sekitar 2 menit setelah Adam Amrullah memberi pemaparan, terdapat peserta yang melakukan interupsi yang justru ditanggapi dengan keras oleh Adam Amrullah, bahwa acara ini peserta dilarang melakukan interupsi. Ketegangan ini mengakibatkan seluruh peserta berdiri dan merangsek ke arah depan.
Panitia dengan cepat mengamankan Adam Amrullah dengan menarik ke arah mimbar dan dilakukan pagar betis. Adu mulut dan dorong-dorongan terjadi sekitar 30 menit. Peserta dari warga LDII meminta Adam Amrullah dikeluarkan dari lingkungan UIKA karena merusak ukhuwah islamiyah antara LDII dan UIKA yang sudah terbangun selama lebih dari 30 tahun.
Ust Muhajir (salah satu penanggung jawab acara) memberikan jaminan bahwa acara akan dihentikan. Peserta berhasil ditenangkan, Adam Amrullah dimasukan ke ruangan khusus oleh panitia. Meskipun Sdr Muhajir meminta peserta bubar dan menjamin bahwa Adam Amrullah akan dikeluarkan dari kampus, namun peserta tetap bertahan di lokasi untuk memastikan Adam Amrullah benar-benar dikeluarkan dari kampus.
Saat meminta massa tenang, Ust Muhajir berdiri di atas mimbar yang rapuh, yang berakibat mimbar rusak berantankan dan Ust Muhajir secara tidak sengaja menginjak Al-Quran.
Adapun negosiasi antara Ust. Muhajir dan Ketua PC LDII Tanah Sareal :
a. Ust Muhajir memohon agar warga LDII bubar dan menjamin bahwa acara ini ditutup dan Adam Amrullah dikeluarkan. Ust Muhajir tidak berani membawa Adam Amrullah keluar sebelum massa bubar
b. Karena Mimbar mesjid rusak dan ada beberapa panitia yang terpukul maka Ust Muhajir berjanji tidak akan melakukan pelaporan kepada kepolisian.

Pukul 11.30

Adam Amrullah dan beberapa panitia dibawa ke polres oleh polisi dengan menggunakan mobil UIKA.
Karena PC dan Ust Muhajir sepakat untuk tidak saling melaporkan maka Ketua PC LDII Tanah Sareal tidak membuat surat pengaduan ke Polres, sehingga Polres tidak dapat menahan Adam Amrullah karena dianggap tidak ada pengaduan.
Demikian pernyataan DPD LDII Kota Bogor dan kronologi peristiwa. Dengan demikian semoga semua pihak dapat menahan diri dan tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang justru memecah belah kerukunan antar umat Islam. DPD LDII Kota Bogor menghimbau media massa dan semua pihak melakukan konfirmasi, dan media massa melakukan peliputan berimbang, cek ricek, dan coverboth side, agar tidak ada pihak yang terzalimi dalam pemberitaan mengenai keributan di UIK.
sumber :
www.ldii.or.id
http://media.kompasiana.com/ 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s