Bujangan Pegawai Kantor Khayangan

Dingin yang merayapi tubuhku seraya ku gapai seliput tebal yang entah menjauh kemana, sambil kubuka sedikit mataku seraya mencari keberadaan selimut tersontak kaget melihat jendela kamarku terbuka. Terang aja dingin, pikirku… sambil membayangkan kenapa pintu terbuka ya? apa tadi memang gak ketutup? rasanya tidak, sangat jelas sekali kalau jendela sudah tertutup semenjak aku meninggalkan rumah menuju kantor tempatku bekerja. Bahkan sepulangnya dari kantor, tak sempat aku membuka jendela karena mata tak dapat berkompromi akibat aktivitasku seharian penuh. Lalu… kenapa jendela bisa terbuka ya? sambil berjalan menuju jendela aku terus berpikir dan membayangkan kenapa dengan jendelaku, apakah ada yang sengaja membuka? lalu darimana orang membukanya? dirumah tidak ada siapa-siapa selain aku. Ada malingkah dirumahku, atau memang jangan-jangan jendelaku belum terkunci¬† sehingga mudah saja kena angin dan terbuka, padahal angin malam juga tidak terlalu kencang tapi memang malam ini dingin tak sedingin biasanya. Yang membuatku tenang adalah jendela sudah ada jerujinya sehingga pikiran ada maling hilang sudah. Yaa… sudahlah tinggal ditutup saja dan teruskan tidur lagi, pikirku. Belum sempat aku menjamah jendela, tiba-tiba seberkas cahaya masuk menyurutkan tanganku sambil beranjak mundur dari depan jendela dan terjatuh aku dalam dipan tempat tidurku. Kuangkat kakiku seraya tertekuk menghindari cahaya yang terasa seperti selendang menyentuh ujung jari kakkiku. Tersentak aku sambil melompak kebelakang, ada apa gerangan? dag-dig-dug dalam jantungku semakin keras dan tak terasa keringan bercucuran sambil membelalakkan mataku ketempat asal cahaya. Beberapa bocah kecil kira-kira berumur 2-4 tahun dengan santainya berseluncur diatas cahaya yang seakan selendang tadi sampai di tempat tidurku. Belum sempat aku berdiri dan bertanya dengan keheranannya mereka malah bertanya seakan kaget.
Kamu siapa?
Sedang apa kamu?
Dimana kami?
Ibu, mana?
Ee… kok kita disini siih?
Tempat apa ini?
Mainanku mana?
Kesasarkah kita?
………………………
……………………..
……………………..
heheeehehehehe….. serentak mereka cengengesan dan tertawa-tawa riang dan gembira dan senang memandang kearahku.
Kontak aja pikiranku berubah sedikit tenang dan mencoba untuk lebih menenangkan diriku sambil merangkai kata memikirkan jawaban pertanyaan mereka dan …..belum sempat aku menjawab sederet pertanyaan mereka, tiba-tiba… seakan kesetrum saking kagetnya ada suara lirih seorang wanita menenangkan mereka. Darimana datangnya seorang wanita yang sudah berdiri dibelakang tempat tidurku dan….. Yaaaa…. ammmmpuuunnnnn……. bidadarikah itu? selebriti manakah yang ada di kamarku?…. belum pernah aku membayangkan ada seorang wanita cantik nan jelita singgah di rumahku, apalagai berada dikamarku, tempat tidurku lagi. Sontak dengan kekagetanku, sang bidadari itu menyuruh anak-anak untuk kembali.

Seiring kepergian mereka, mataku tak henti-hentinya memandang sampai jelas-jelas terlihat punggung mereka dan hilang pula cahaya ujung selendang di tempat tidurku. Lama sekali aku memandang hilangnya mereka di kejauhan sana sambil berharap akan datang lagi.
Dengan perasaan penasaran dan kecewa ku langkahkan kakiku untuk menutup jendela seraya menengok jam dinding rupanya telah menunjukkan pukul 03.30. Belum lagi kututup jendelaku, suara keras jendela tertutup dengan sendirinya, saking kagetnya aku sontak terbangun dari tidurku. Subhanalloh,…… Masya Allooh….. rupanya tadi hanya mimpi.

Kucoba mengangkat tanganku sambil menggosok-gosok mataku dan melihat jam dinding telah menunjukkan pukul 03.35. Serasa tak percaya dengan apa yang baru saja aku alami, kucoba mencari tahu dengan sekitarku dan kubuka jendelaku dan ku teliti sekitar luar jendelaku yang ada hanyalah sepi dan sepoi angin malam yang dingin sedingin yang tadi kurasakan. Serasa tak percaya dengan mimpiku, segera saja ku ambil air wudlu dan berdoa dengan bacaan-bacaan yang semampu ku ingat, dengan membayangkan mimpi apa yang baru saja ku alami. Berdoa dan berdoa terus kulakukan diiringi sholat malam kulalui sampai terdengan suara adzan subuh di kejauhan.

Pagi itu aku berangkat ke kantor dengan bayangan yang selalu mengawasiku. Di kantorpun aku terus berpikir dan berkhayal seraya berdoa, semoga nanti malam mimpi itu akan datang lagi. Berharap dan berharap seakan hari itu semakin panjang dan lama kurasakan. Dalam aktivitas kantor sehari itu sekedarnya saja kau kerjakan, tanpa pikir panjang aku goreskan kata-kata di layar kaca komputerku agar kenanganku takkan pernah hilang.
Bersambung….

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Cerita Bujangan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s