Belajar Adzan Yuuuk

Tanpa disadari dunia ini semakin tua, gerakan global warming di seluruh dunia menunjukkan bahwa bumi semakin panas tak terkendali, gunung meletus, puting beliung, sementara dimusim hujan banjir dan tsunami menghancurkan tatanan kehidupan. Benarkah dunia ini semakin tua? seiring dengan bergantinya waktu ke hari berganti bulan ke tahun dan seterusnya. Tanpa disadari umur manusia yang setiap tahun bagi sebagian orang dirayakan dengan pesta ulang tahun, ternyata sebenarnya mereka merayakan berkurangnya umur mereka. Yaa… bagi orang yang iman dan menyadari bahwa hidup adalah anugrah yang harus disyukuri walaupun dibalik itu sederet amanah sang Khaliq kepada manusia sangatlah jelas. Sungguh tipu daya Iblis pengaruh syetan terhadap manusia takkan pernah berhenti untuk menyesatkan dan menjerumuskan manusia dari jalan Tuhannya.

Tahukah sobat….. kalau syetan itu akan lari menjauh dari suara adzan sampai jatuh bangun bahkan kepentut-kepentut ??? hahaaa……
Larinya syetan sampai jatuh bangun bukan karena kesandung batu bahkan sampai kepentut-pentut bukan karena mereka kebelet hendak ke WC/MCK. Ibarat seseorang telinganya pecah mendengar suara yang amat keras dan menyakitkan, begitulah syetan lari menjauh dari suara adzan yang dilantunkan oleh seorang muadzin. Padahal kalau orang iman mendengar suara adzan hati menjadi semakin tentram, mata yang ngantuk akan cerah kembali terkena siraman air wudlu, bahkan semua anggota badan akan terasa segar kembali setelah air wudlu membasuhinya. Apalagi diiring dengan shalat dua rakaat yang dalam ceritanya, karena merutinkan wudlu dan shalat dua rakaat itulah Rosululloh sempat terheran dengan suara telapak kakinya Bilal di Syurga, padahal Bilal masih hidup pada saat itu.

hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau adzan dikumandangkan untuk shalat, maka membelakanglah syaitan -yakni lari ke belakang- sambil kentut (buang angin), sehingga ia tidak mendengar lagi suara adzan tersebut. Selanjutnya jikalau adzan sudah selesai, maka ia datang lagi, sehingga apabila dibunyikan iqamat, maka sekali lagi ia membelakang, kemudian apabila bunyi iqamat telah selesai datanglah ia kembali sehingga ia mengganggu -yakni menggoda- antara seseorang itu dengan hatinya sendiri sambil mengucapkan: “Ingatlah ini dan ingatlah itu,” yaitu sesuatu yang tidak diingatnya sebelum ia shalat itu, sampai-sampai seseorang itu tidak lagi mengetahui, sudah berapa rakaat ia shalat.” (Muttafaq ‘alaih)

 Maka dari itu, marilah kita belajar dan mengajarkan adzan kepada anak-anak kita dan membiasakan diri untuk berwudlu dan sholat dua rakaat, siapa tau kita juga bisa seperti Bilal yang suara kakinya terdengar di Syurga.

Lalu seperti apa sih lafad dan kumandangnya adzan? Oke deh lihat dan dengerin aja dulu contoh adzan yang dikumandangkan pada video berikut :

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Belajar Adzan. Bookmark the permalink.

One Response to Belajar Adzan Yuuuk

  1. Jamjum says:

    Alhamdulillah,
    suara yang merdu. Mungkin mas admin bisa berbagi rekaman adzan yang lain?
    Seperti adzan nya alm. Pak sabiq?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s