Sungguh takkan pernah sirna sampai akhir zaman kisah dan dongeng, cerita tentang kesempuraan seorang Yusuf baik dikalangan Muslim maupun Non Muslim. Ketampanannya dan kesempurnaannya sempat menjadi gunjingan dan hinaan kaum pria maupun wanita baik dari golongan kerajaan maupun rakyat jelata terhadap seorang cantik molek Zulaikha yang hidup dalam gelimangan harta, tahta, dan kemulyaan golongan kerajaan yang terpengaruh terhadap pemuda miskin dari pelosok desa dan belum diketahui asal-usulnya dari negara Mesir.

Kisah selengkapnya :

Yusuf seorang anak kecil cucu dari Ishaq, putra dari Yakub bin Ishaq bin Ibrahim in Azara bin Nahur bin Suruj bin Ra’u bin Falij bin ‘Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh. Yusuf kecil sudah menunjukkan rupa tampannya menimbulkan kecemburuan pada beberapa saudaranya. Sejak berusia 12 tahun ia sudah ditinggal oleh ibunya dan diasuh oleh Yakub, ayah yang selalu menjaga dan menyayanginya, bahkan sepertinya paling disayang dibandingkan yang lainnya. Yakub sebagai Nabi utusan Alloh mengetahui bahwa Yusuf suatu saat akan menjadi seorang yang mulya dan oleh karenanya sang ayah sangat menyayangi Yusuf. Kisah Yusuf dalam Al-Qur’an(surat Yusuf ayat 4 &5) ketika menginjak masa mudanya menceritakan pada ayah tercintanya bahwa dalam mimpinya bintang, matahari, dan bulan bersujud padanya. Mendengar cerita putranya, Yakub sang Nabi menyuruhnya agar tidak memberitahukan mimpi itu kepada saudara-saudaranya. Yakub melihat tanda-tanda kenabian ada pada putranya Yusuf dan kelak Yusuf akan menjadi orang yang mulia, sedangkan saudara-saudaranya tidak mengerti dan merasa bahwa ayahnya pilih kasih terhadap Yusuf.
Kedengkian saudaranya terhadap Yusuf  menuai puncaknya tatkala mereka berusaha meyakinkan ayahnya (Yakub) untuk bersama-sama Yusuf menggembala kambing dan akan menjaga Yusuf dengan baik. Sedangkan didalam hati mereka timbul kedengkian dan keinginan untuk memperdaya Yusuf dengan cara menyingkirkan Yusuf dari rumah mereka. Perseteruan dalam menyingkirkan Yusuf sendiri terjadi antara mereka, ada yang usul untuk melenyakpan (membunuh) Yusuf namun mereka takut akan dosanya membunuh. Kebencian terhadap perlakuan ayah yang lebih menyayangi Yusuf antara mereka membuat suatu rencana disuatu lembah di gurun padang rumput tempat pengembalaan kambing, diperdayalah Yusuf dengan memasukkan Yusuf kedalam sumur tua yang jauh dan hanya dilewati oleh beberapa kabilah. Dengan harapan suatu saat ada kabilah melewati sumur tersebut, Yusuf dapat ditolong dan dibawa oleh kabilah penolongnnya. Sementara untuk mengelabuhi ayahnya (Yakub), mereka mengambil baju yang dipakai Yusuf dan dirobek-robek serta di lumuri dengan darah serigala yang sebelumnya sempat dibunuh mereka untuk meyakinkan ayahnya. Dengan kepura-puraan, mereka pulang sambil memohon ampunan dan menangis dihadapan Yakub sang ayah bahwa mereka telah lalai menjaga Yusuf dan menuturkan bahwa Yusuf adik mereka telah meninggal diterkam, dibawa lari dan dimakan harimau. Sang ayah (Yakub) hanya bisa membisu dan menangis atas kisah palsu mereka dan berharap apa yang mereka ceritakan tidaklah benar-benar terjadi. Yakub merasa sangat bersalah dan dengan air matanya serta memohon ampunan serta pertolongan Alloh terhadap dirinya dan anak-anaknya utamanya Yusuf. Dimasa senjanya Yakub yang semakin tua selalu membawa tongkatnya karena mengalami gangguan penglihatan dan pendengarannya.
Suatu saat datanglah kabilah melewati sumur tua tempat dimana Yusuf dimasukkan saudara-saudaranya. Kabilah yang berharap disumur itu dapat menjumpai air untuk memberikan minum kendaraannya sangat kaget menjumpai seorang pemuda berada didalam sumur dan mengangkatnya serta menjadikannya budak dan kemudian Yusuf dijual dan dibeli oleh Qithfir (Raja Mesir yang berjuluk Al Aziz).

Hidup dalam Kerajaan Mesir
“Janganlah seperti wanita-wanita temannya Zulaikha
Masa mudanya Yusuf hidup bersama Raja Qithfir dilingkungan kerajaan yang makmur dan bergelimang harta, namun yang menjadi kisah utama yang diceritakan dalam Al-Qur’an surat Yusuf adalah ketampanannya Yusuf yang sempurna dirumah sang Raja Qithfir mengundang daya magnet istri sang Raja yang bernama Zulaikha. Zulaikha berupadaya untuk selalu dekat dengan Yusuf, sampai-sampai Zulaikha melarang Yusuf untuk keluar dari istana Zulaikha dan berusaha meyakinkan Qithfir agar Yusuf selalu didekat Zulaikha. Dengan upadayanya yang keras Zulaikha berusaha merayu dan menggoda Yusuf untuk memenuhi napsu birahi Zulaikha, namun rupanya Yusuf bukanlah pemuda yang mudah tergoda dan dengan keimanannya Yusuf selalu dijaga dari napsu setan yang merasuki Zulaikha. Kekecewaan dan keinginan Zulaikha untuk mendapatkan Yusuf yang begitu hebatnya berkecamuk dalam batinnya dan dengan gairahnya yang menggelora memaksa Yusuf untuk menyetubuhinya sehingga Yusuf memberontak dan berusaha lari sampai robeklah baju belakangnya dan tergores punggung Yusuf terkena cakaran tangannya Zulaikha. Yusufpun berusaha lari dan tatkala terbukalah pintu dan masuklah Raja Qithfir dan seketika Zulaikha berteriak bahwa Yusuf barusaja mau memperkosanya dan melaporkan kepada Raja Qithfir untuk menutupi kesalahannya. Sang raja yang mengetahui dan faham atas kelakuan istrinya terhadap Yusuf pada akhirnya Yusuf di masukkan didalam penjara, dan tersiarlah kabar bahwa Zulaikha yang sebenarnya tergoda oleh budak bernama Yusuf dan menjadi gunjingan dikalangan wanita-wanita pejabat dan sekitar Mesir bahwa Zulaikha Si Cantik jelita istri sang raja kepencut budak bernama Yusuf. Mendengar gunjingan tersebut Zulaikha hanya tertunduk malu bercampur benci dan marah sehingga Zulaikha memohon kepada raja untuk mengundang dan mengumpulkan mereka yang menggunjingkannya. Maka dikumpulkanlah mereka pada suatu aula istana dan di atas meja dihidangkan berbagai buah-buahan dan sayuran serta makanan dengan pisau untuk digunakan mereka baik mengupas, menyisir maupun memotong sayur, buah dan makanan lainnya. Sedang asyik-asyiknya mereka bergunjinga dan bersenda gurau tentang kelakuan Zulaikha sambil mengupas, mengiris maupun memotong terbuka pintu dan masuklah Yusuf sang budak. Mata mereka terbelalak dan terkesima dengan ketampanan dan kegagahan paras Yusuf yang sempurna. Tanpa disadari tangan mereka bercucuran darah terkena pisau yang dipegangnya seraya membisu sambil bergumam, wahai pesona indahnya Yusuf ……. …………………. …………….. Zulaikha hanya menatap dengan kepuasan yang mendalam dan dengan lantangnya dia berujar, kini sadarkah kalian kenapa kalian bergunjing tentang Yusuf dan aku?
Kepanikan dan ucapan menjerit terdengar serempak diantara mereka, tatkala sakit merayapi tangan dan jarinya yang terluka dan berdarah terkena pisau. Sungguh kami orang-orang yang tidak tahu wahai Zulaikha, ternyata engkau menyembunyikan seorang malaikat yang sempurna dan kami sungguh mengerti bahwa kami juga akan berbuat seperti engkau. Sungguh malu dan hina kami dan sungguh kami minta maaf atas kelakuan kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s