Muda-Mudi Bali Hindari Ritual Nyepi ke Jember

Hari Raya Nyepi menjadi hari bahagia dan suka cita bagi ummat Hindu di seluruh wilayah Indonesia utamanya di Bali, namun ternyata dari hingar-bingarnya perayaan nyepi yang hanya 1 hari tersebut menjadikan Bali seperti daerah yang mati dan ditinggalkan oleh semua penduduknya. Semua aktivitas selama sehari penuh dihentikan secara total, kecuali yang terkait dengan urusan perut dan bayi masih diperbolehkan. Menjelang nyepi, 3 hari sebelumnya diadakan Rritual Taur Agung sebagai tahapan upacara persiapan Nyepi yang terbalik keadaannya pada hari Nyepi sendiri. Selama 3 hari tersebut suasana Bali seakan menjadi lautan manusia dan kilatan sinar kembang api diiringi tetabuhan khas kota Bali. Segala bentuk yang namanya keramaian, berbagai minuman keras, makanan dari berbagai hewan dan lain-lainnya yang bagi orang Muslim banyak yang tidak diperbolehkan (haram) dapat dijumpai disana. Jogetan dari mulai yang lemah gemulai sampai yang gak beraturan serta sebebas burung terbangpun tersalurkan disana. Yaaa….. tradisi taunan tersebut mungkin bagi wisatawan yang hobi mabok sampai mati ataupun sekedar melihat akan tertarik dengan tradisi di Bali tersebut. Atau mungkin hanya sekedar ingin tau kayak apa siih sebenarnya perayaan Nyepi di Bali?…
Sebagian warga LDII di Bali lebih baik menghindari tradisi tersebut dengan berjalan-jalan dan keluar dari Bali. Seperti yang dilakukan oleh muda-mudi LDII Bali yang pada perayaan Nyepi tahun 2013 ini untuk berkunjung ke Jember. Kami berusaha menghindari tradisi Bali bersama rombongan yang berjumlah kurang lebih 60 orang dengan armada bis berangkat jam 8wita pagi (11/3) dan diharapkan sampai di Jember jam 15.00wib demikian kata Bp. Asmadi sebagai ketua rombongan LDII Bali. Hal ini untuk menghindari penutupan Bali secara total dari semua akses masuk maupun keluar. Seluruh pintu masuk ke Pulau Bali, mulai dari pelabuhan hingga bandara, akan ditutup total saat perayaan Nyepi, Selasa (12/3/2013). Pada hari raya tersebut, sesuai Catur Brata Penyepian, umat Hindu tidak boleh pergi keluar rumah. Hal ini seraya di terangkan oleh Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali, I Ketut Teneng di Denpasar, Minggu (10/3/2013), bahwa Gubernur Bali telah memerintahkan ke pihak untuk menutup semua akses keluar-masuk Pulau Bali. Pemprov Bali sendiri telah mengirimkan surat edaran bernomor 003.2/17319/DPIK kepada 34 instansi pemerintah dan swasta dengan tembusan kepada kementerian dan direktorat jendral. Sementara Bandara dan Pelabuhan akan ditutup sampai 24 jam pada Selasa (12/3/2013) mulai pukul 06.00 WITA hingga Rabu (13/3/2013) pukul 06.00 WITA. Selain pintu masuk utama Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padang Bai, dan Pelabuhan Benoa Denpasar, aktivitas di Pelabuhan-Pelabuhan khusus bongkar muat bahan bangunan seperti di Celukan Bawang, Buleleng juga ditutup.

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Hindari Nyepi di Bali. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s