MENIMBANG UKHUWAH LINTAS AGAMA

Jember (25/2)
Dalam wadah kebinekaan dan persamaan pandangan bahwa Pancasila dan NKRI harga mutlak berkehidupan berbangsa dan bernegara, dirasakan perbedaan mesti akan terasa, namun dengan perbedaan akan menjadi perpaduan yang harmonis dan akan terasa indah bila bersatu dalam mewujudkan kerukunan dan ketenteraman hidup bersama. Proses harmonisasi antar umat beragama khususnya dan antar suku, ras dan golongan bisa terwujud dengan pandangan hidup yang seiring sejalan sebagaimana pencerminan diri sebagai mahluk Tuhan yang memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara Indonesia tercinta. Kebebasan dalam beribadah mutlak di butuhkan oleh umat dalam melaksanakan kewajiban kepada Tuhannya, demikian pula kewajiban umat dalam menjalankan tugasnya sebagai mahluk sosial bermasyarakat. Karena hidup saling membutuhkan satu dengan lainnya. Ibarat bunga warna-warni dipandang indah dan serasi, begitu pula harum bunganya ada yang harum, kurang harum, ada pula yang tidak harum. Perbedaan jangan menjadi perpecahan tapi jadikan perbedaan itu untuk menjadi kekuatan dan saling melengkapi. Ungkap Bobby (Sekcam Patrang).

Kapolsek Patrang AKP. Mustamo (25/2) didepan para tokoh agama dan tokoh masyarakat lintas agama di kantor DPD LDII Kabupaten Jember mengharap adanya kerukunan bersama dan tanggap masalah dini yang timbul akibat perbedaan untuk terwujudnya kondisi masyarakat yang kondusif, aman, tenteram dan selalu mengedepankan musyawarah.

Ir. Gunawan selaku tuan rumah dan juga dosen di PTS Jember, LDII mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada para Ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, muspika dan segenap undangan dapat menghadiri undangan Kapolsek Patrang yang kali ini bertempat di kantor DPD LDII Kabupaten Jember. LDII berharap kepada semua tokoh agama, tokoh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kedamaian dan memberikan informasi yang benar kepada ummat dan masyarakat, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman hanya karena informasi yang diterima (katanya dan katanya) tanpa tahu dengan jelas kebenarannya. Pernyataan sama dengan pernyataan-pernyataan yang dikehendaki baik oleh pemuka agama, tokoh masyarakat apalagi muspika (Polsek, Depag, Sekcam) bahwa supaya dihindari pernyataan “katanya” dengan meneliti atau melihat sendiri keadaan yang sebenarnya, kalau dalam hukum ada istilah praduga tak bersalah. Kata AKP. Mustamo dan AKP Supriyono.

Memanasnya suhu politik memang sudah dirasakan di masyarakat sehingga sebagai aparat dan muspika menghimbau kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua elemen masyarakat untuk bisa waspada dan hati-hati dan tidak mudah terpancing dengan gejolak politik, apalagi mendekati musimnya pilkada, pilkades, pilgub, pilwali dan lain sebagainya. Pertemuan lintas agama yang dihadiri oleh tokoh masayarakt dan tokoh agama, seperti :

  1. AKP. Supriyono (Bina Mitra)
  2. AKP. Mustamo (Kapolsek Patrang)
  3. Iptu Sugiarto (Wakapolsek Patrang)
  4. Bobby A. Sandy (Sekcam Patrang)
  5. Yunita (Lurah Slawu)
  6. Eriza Arief (Sekretaris Lurah Banjar Sengon)
  7. Ronny (Sekretaris Lurah Patrang)
  8. Lurah Jember Lor
  9. KH. M.Luthfi (Ketua MUI Kec.Patrang, Ketua PCNU, Ketua FKUB Kec.Patrang, Ketua Dewan Masjid Kec.Patrang, Ketua Forum Haji Kec.Patrang)
  10. Pendeta dan Tokoh Kristen di Kec. Patrang
  11. I Nengah (Pariseda Hindu Dharma, Pengurus FKUB Kabupaten Jember)
  12. Ir. Gunawan CH, M.P (LDII Kec. Patrang)
  13. Mujiyanto (LDII Kec. Patrang)
  14. Sutanto (LDII Kec. Patrang)
  15. Ahmad Malik Afandi, S.P (Sekretaris DPD LDII Kab. Jember)
  16. Drs. Wagiyono (Takmir Masjid Al-Manshurin)
  17. Tokoh Muhammadiyah
  18. Koramil
  19. Hasan Bisri, S.Sos (Senkom Mitra Polri)
  20. Djumali (FKPM)
  21. dan beberapa tokoh masyarakat lainnya

Adanya beberapa kekhawatiran situasi di Patrang dan beberapa wilayah di Kabupaten Jember bagaikan adem-adem kolak sewaktu-waktu bisa terpercik api (bagaikan asap dalam sekam) menjadikan kewaspadaan bersama antar umat beragama, sehingga dengan rutinitas pertemuan lintas tokoh agama ini diharapkan bisa saling membantu dan mewaspadai terjadinya gesekan di masyarakat. Apalagi tokoh-tokoh agama dan masyarakat bisa duduk bersama untuk saling mengisi dan memberikan masukan-masukan kepada aparat dan muspika sehingga program-program pemerintah utamanya di Kecamatan Patrang dapat berjalan dengan baik. Pak Nengah menggambarkan di Negare (Bali) pemerintahnya selalu berkoordinasi dengan tokoh agama dan memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk kemaslahatan umat, baik tokoh muslim, maupun tokoh agama lainnya. Sehingga ketentraman dan kerukunan terwujud dengan baik di Negare (Bali). Beberapa tokoh berharap forum lintas agama ini bisa terus berjalan dengan tempat yang bergantian, sekarang di kantor DPD LDII Kabupaten Jember, besok mungkin di Aula Kecamatan atau di tempat lainnya.  (bob)

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Lintas Agama. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s