Pengajian Umum Gus AAB "Satukan Umat dengan Melihat Kelebihannya"

Pengajian umum yang diselenggarakan oleh DPD LDII Kabupaten Jember di Masjid Al-Manshurin (25/12) Patrang Jember, bertepatan dengan hari Natal dihadiri ribuan warga, pejabat dan tokoh masyarakat. Tausiah DR. KH.Abdullah Syamsul Arifin, MHI (Ketua PCNU Kabupaten Jember) yang familier di masyarakat dengan sebutan Gus AAB dengan tema “Meningkatkan Peran Ormas Islam Dalam Mewujudkan Ukhuwah Ilsamiyah Demi Tegaknya NKRI”.

Gus AAB dalam Tausiahnya mengatakan bahwa ujud toleransi umat Islam terhadap perayaan Natal bukan berarti harus mengorbankan akidah, Islam agama yang toleransinya sangat tinggi seperti yang di ajarkan oleh Rosululloh Muhammad saw. namun bukan berarti harus mengorbankan akidah, seperti halnya sekarang ini saya mengisi pengajian umum warga LDII salah satunya sebagai ujud toleransi terhadap umat Nasrani yang sedang merayakan Natal. Karena bagaimanapun juga setiap umat mempunyai keyakinan dan akidah sendiri-sendiri dan itu dilindungi oleh Negara. Ada trilogi ukhuwah yang harus dipahami oleh kita sekalian, yaitu:

  1. Ukhuwah Islamiyah : dimana kita disatukan dalam akidah Islam, sesama orang Islam yang menjalankan perintah Alloh dan Rosululloh saw.
  2. Ukhuwah Baldaniah : dimana kita hidup dalam satu Negara Republik Indonesia, yang melindungi segenap warga Indonesia dan menjaga kerukunan umat beragama.
  3. Ukhuwah Wathoniah : dimana kita hidup sebagai sesama mahluk Tuhan dan diciptakan sebagai mahluk yang berakal.

Untuk persatuan dan menjaga ukhuwah Islamiyah setiap ormas Islam harus bersatu dengan tidak saling mengegokan dirinya paling benar dengan tidak menutup bahwa selain golongannya tidak ada lagi jalan kebenaran walaupun secara pribadi tetap meyakini akidahnya. Karena kalau sudah merasa paling benar dan tidak ada lagi selain golongannya jalan kebenaran maka yang timbul adalah eksklusif dan menutup diri. Menyikapi banyaknya warga NU yang belum tahu betul tentang LDII, diharapkan teman-teman LDII dapat menunjukkan diri secara baik karena banyaknya cerita dan berita serta buku-buku beredar di masyarakat yang memojokkan LDII walaupun belum tau siapa dan darimana sumbernya dan belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dengan paradigma barunya LDII membuka diri dan tidak lagi mempunyai faham exslusif maka secara langsung LDII menjadi baik dan bisa menjadi satu kekuatan Islam sehingga terjalin ukhuwah Islamiyah yang kokob bersama-sama ormas Islam lainnya, diharapkan juga LDII dapat bersama-sama menjali hubungan baik dengan Muhammadiyah, Al-Irsyad dan ormas Islam lainnya.

Lebih lanjut Gus Aab bertausiyah:
Satukan Umat Islam dengan saling melihat kelebihannya, jangan memandang kekurangannya. Kekuatan Islam harus terwujud dengan selalu merapatkan barisan, karena Islam adalah agama Rohmatan Lil ‘Alamin dan selalu bertoleran dengan siapapun apalagi sesama orang Islam harus selalu memandang kelebihannya jangan memandang kekurangannya, kalau kita memandang kelebihannya maka akan saling mengisi dan memperkuat sehingga terwujud kebersamaan dan kesatuan ukhuwah Islamiyah. Apalagi Ormas Islam di Indonesia sangat banyak bahkan berbagai aliran juga ada, NU, Muhammadiyah, Al-Irsyda, LDII dan lain-lain. Kalau urusan mendirikan pondok serahkan saja kepada NU, karena NU identik dengan pondok pesantren. Urusan pendidikan serahkan kepada Muhammadiyah karena diberbagai daerah yang muncul dan telah eksis dalam pendidikan adalah Muhammadiyah. Kalau urusan pembangunan dan manajemen kita harus banyak belajar dengan LDII, meskipun warga LDII di Jember jumlahnya tidak seberapa besar dibandingkan dengan NU, ternyata dimana-mana ada plang LDII sedangkan NU yang jumlahnya besar kalau dihitung sangat sedikit plang yang menunjukkan itu adalah warga NU. Disamping itu warga LDII sangat tertib dan rajin dalam urusan pembelaan, sodaqoh dan zakat. Kalau semua ormas Islam dapat bersatu dengan saling mengisi dan menunjukkan kelebihannya maka Islam akan kuat dan tidak dapat dipecah belah, sebab tantangan kedepan lebih berat dan ada upaya untuk memecah belah umat Islam. Islam digambarkan sebagai bangunan yang satu “Kalbunyanu Wahid” dan tidak ada satupun unsur bangunan yang merasa paling hebat, semua bahan bangunan mempunyai peranan yang penting dalam terwujudnya rumah yang baik dan kuat. Seperti yang telah dilakukan LDNU dan LDII telah melakukan nota kesepahaman dalam MOU, bekerjasama dalam hal pertanian dan lain-lain untuk kemaslahatan umat itu yang diharapkan sehingga tidak ada lagi upaya memecah belah umat. Sekarang dilanjutkan kerjasama PCNU Kabupaten Jember dengan LDII Kabupaten Jember. Diharapkan juga dapat bekerjasama dengan ormas Islam lain dalam ujud ukhuwah Islamiyah.

Dalam kesempatan itu, Gus Aab sebagai Ketua PCNU Kabupaten Jember berkenan meresmikan kantor Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Jember (DPD LDII Kabupaten Jember) yang beralamat di Jl. Langsep Gg. Wista DMC/14 Patrang Jember. Sekaligus penandatanganan kerjasama antara PCNU Kabupaten Jember dengan DPD LDII Kabupaten Jember. (bob bisrie)

Dokumentasi Photo:
 





About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Tausiah Gus AAB. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s