KABAR DARI MEDIA ONLINE TERKEMUKA

LDII dan NU Teken MOU Deklarasi Dakwah Deradikalisasi kabar17.com

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU), Minggu (14/10) Siang, di Kantor DPW LDII Jateng, Jalan Fatmawati Semarang.  

MOU yang akan diterapkan diseluruh Indonesia ini, merupakan kerjasama di bidang dakwah deradikalisasi, pendidikan, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, kedaulatan pangan serta menjaga tegaknya NKRI.

Banyaknya masalah dan konflik beragama yang berujung pada kekerasan, membuat sejumlah ormas dan tokoh muslim di Indonesia menggelar deklarasi perdamaian dengan jalan dakwah kepada seluruh lapisan mayaraat.
Para pemimpin dan tokoh muslim dari sejumlah organisasi masyarakat ini, sepakat untuk menjaga kerukunan umat beragama.
Ketua Umum PBNU, Said Agil Siradj, mengatakan, dari dakwah dengan sasaran semua lapisan masyarakat ini, diharapkan pemerintah juga turut andil dalam mencegah terjadinya konflik yang berujung kekerasan di Indonesia.
Selain itu, MOU ini diharapkan juga dapat memberantas para kaum radikal atau teroris yang mencoba menghancurkan persatuan bangsa yang terus berkembang.
“Setelah MOU ini, kita akan mengadakan pertemuan-pertemuan terkait dakwah deradikalisasi yang akan dilakukan di masyarakat,” jelas Said Aqil.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono, menyatakan, secara internal, fenomena perbedaan, keberagaman, pluralism, ihtilaf, atau apapun istilahnya yang sedang dihadapi kaum muslimin, merupakan ujian bagi umat Islam.
Namun demikian, upaya-upaya pencegahannya pun harus terus dilakukan agar tidak sampai terjadi perang saudara.
“Dalam konteks itulah, perlu transformasi pemahaman dari kondisi firqoh yang membawa konflik dan kekerasan melalui dialog dan komunikasi meskipun itu tidak mudah,” terang Singgih. (slc/jlp)

 

PBNU & LDII Sepakat Kerjasama Tanggulangi Radikalisasi okenews.com

PBNU & LDII Sepakat Kerjasama Tanggulangi Radikalisasi  newsokezone.com

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sepakat bekerjasama dalam program deradikalisasi.

Hal itu diwujudkan dengan penandatangan memorandum of understanding (MoU) di halaman masjid Al Wali Jalan Fatmawati, Ketileng, Semarang Timur. Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam mengajak masyarakat untuk mewaspadai upaya penyebaran paham radikalisme yang menggunakan jejaring sosial di internet.

“Mereka menyebarkan paham-paham radikal ini, terutama melalui internet, buku-buku,” kata Abdullah Syam dalam keterangannya kepada Okezone.

Menurutnya, langkah untuk menanggulangi penyebaran paham radikal melalui internet itu tidak bisa dilakukan dengan cara-cara kekerasan, melainkan harus dengan langkah persuasif yang juga menggunakan media internet.

Penyebaran paham radikal, juga bisa dilakukan lewat garis keturunan atau hubungan keluarga dengan menanamkan rasa kebencian dan permusuhan kepada apa saja yang mereka definisikan sebagai musuh.

Karena itu, Abdullah Syam mengemukakan pentingnya pemberdayaan seluruh komponen masyarakat, antara lain ulama, organisasi kemasyarakatan, dan kepemudaan untuk menangkal dan menanggulangi penyebaran paham radikal.

“LDII sendiri akan terus membantu pemerintah hingga ke tingkat anak cabang dan untuk membantuk pemerintah desa atau kelurahan guna menditeksi gejala radikalisme. Selain itu, kita juga akan melakukan dakwah yang menyejukkan dan mempersatu kekokohan NKRI,” tambah Abdullah Syam.

Sementara itu, Ketua Umum PB NU Said Aqil Siroj menjelaskan perlunya kekuatan sipil untuk membantu pemerintah dalam mengatasi radikalisme yang berkembang saat ini. “Sekuat apapun pemerintah tetap butuh civil society. Kami (NU) siap bekerja sama dengan siapapun, TNI, POLRI ataupun ormas lainnya,” ujarnya.

Selain deradikalisasi, kerjasama juga meliputi Pendidikan, Lingkungan Hidup, Penanggulangan Bencana, Kedaulatan Pangan, Menjaga tegaknya NKRI. Bagi Kiai Said, NU dan LDII memiliki kesepahaman terkait islam radikal. Menurutnya, gerakan radikal bukan budaya Indonesia.

Ia menyebut bahwa sejarah Islam Nusantara yang dibawa wali songo mengajarkan islam melalui jalan damai yaitu seni ataupun budaya. Islam radikal yang beredar di Indonesia menurutnya paham impor.

Said Agil menambahkan saat ini umat islam harus waspada terhadap segala bentuk radikalisme yang dimasukan secara halus sehingga antar umat islam sendiri saling bergesekan tanpa terasa. Oleh karenanya, PBNU dan LDII mengawali kerjasama ini sehingga dapat dilanjutkan dengan ormas Islam lainnya.

“Kerjasama ini merupakan awal bagi kita semua umat islam untuk kembali bersatu dan tidak mudah termakan berbagai isu yang berupaya untuk memecah belah baik secara kasat mata ataupun dengan bujukan halus melalui berbagai program,” tegas Kiai Said.

Ketua DPP LDII Abdullah Syam menuturkan pentingnya sinergitas antar organisasi masyarakat (ormas). Dengan adanya mou ini, pihaknya berjanji akan belajar banyak dari ormas NU yang memang sudah lebih dulu lahir.

“Nanti mungkin perlu forum untuk organisasi besar semisal NU, Muhammadiyah dan kami, untuk kerjasama ke depan,” ucapnya.

Abdullah Syam menuturkan, pentingnya sinergitas antar organisasi masyarakat (ormas). Dengan adanya MoU ini, pihaknya berjanji akan belajar banyak dari ormas NU yang memang sudah lebih dulu lahir. “Nanti mungkin perlu forum untuk organisasi besar semisal NU, Muhammadiyah dan kami, untuk kerjasama ke depan,” ucapnya.

PBNU-LDII Sepakat Tanggulangi Radikalisme inilah.com
Headline
Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj – inilah.com/Ardhi Fernando

INILAH.COM, Semarang – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sepakat menanggulangi radikalisme dan terorisme demi menjaga tegaknya NKRI.

“Kami semua ini bersaudara, harus bersatu,” kata Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj, usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PBNU dan DPP LDII, di Kantor DPW LDII Jawa Tengah, Semarang, Minggu (14/10/2012).

Kesepakatan PBNU-LDII itu tertuang dalam MoU yang butir-butirnya meliputi bidang dakwah deradikalisasi, pendidikan, lingkungan hidup, dan penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, dan menjaga tegaknya NKRI.

Kerja sama bidang dakwah deradikalisasi dalam pelaksanaannya akan ditindaklanjuti melalui bidang organisasi masing-masing, yakni Lembaga Dakwah NU dan Koordinasi Bidang Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII.

Menurut Said, seluruh komponen bangsa harus bersatu dalam menanggulangi radikalisme dan tidak bisa berjuang sendiri-sendiri, bahkan pemerintah harus menggandeng “civil society”, termasuk organisasi kemasyarakatan.

“Kami memasuki era globalisasi yang sangat keras, kita harus bersatu. NU juga sudah menjalin kerja sama dengan ormas-ormas lain, seperti Syarikat Islam, kali ini dengan LDII. Insya Allah dengan yang lain juga,” katanya.

Melalui kerjasama itu, kata Said yang juga Koordinator Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), kedua pihak akan intensif melakukan pertemuan-pertemuan membahas penanggulangan gerakan radikalisme.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Abdullah Syam mengatatakan sangat setuju dengan upaya deradikalisasi untuk menanggulangi gerakan-gerakan radikalisme. Sebab dalam konsep Islam sesungguhnya tidak ada radikalisme.

Dia mengakui berkembangnya gerakan radikalisme merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia yang tidak bisa ditanggulangi secara sendiri-sendiri sehingga memerlukan kerja sama antarberbagai pihak terkait.

“Untuk menanggulangi itu (radikalisme) tentunya perlu adanya suatu proses dakwah. Namun, tentunya kami tidak bisa sendiri sehingga digagas kerja sama dengan pihak terkait, termasuk dengan NU,” katanya.

Nantinya, kata Abdullah, langkah-langkah kerja sama tersebut akan disosialisaikan hingga ke elemen masyarakat bawah, sampai tingkat kecamatan dan desa sehingga bisa diimplementasikan secara menyeluruh.

Hadir dalam penandatanganan MoU PBNU-LDII, sekaligus peresmian Kantor DPW LDII Jateng, antara lain Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih, dan Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Prof Abdul Jamil. [ant/yeh]

  Berita terkait:

  1. tribunnews.com

  2. antaranews.com

  3. detik.com

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Kabar Media Online. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s