Dari kiri, Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua MUI Umar Shihab, Anggota DPD AM Fatwa, dan Ketua Umum LDII Abdullah Syam dalam acara silahturahim dan halal bihalal Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di kantor LDII, Jakarta
(12/9), di Gedung LDII Jakarta Ormas Islam di Jakarta menggelar halal bihalal 1433H bersama tokoh Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan lainnya sepakat tolak rencana sertifikasi Ulama.
Hadir dalam halal bihalal, Wakil Ketua MPR Haryanto Y Thohary, Ketua Umum LDII Abdullah Sam, Ketua MUI Umar Shihab, Sekjen MUI Ichwan Sam, Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf dan lainnya.
 
Sebelumnya ada wacana sertifikasi ulama yang disampaikan oleh Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Irfan Idris. Menurut dia, wacana tersebut sebagai bagian dari program deradikalisasi BNPT. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) soal sertifikasi ulama menuai protes. MUI mengajak seluruh ulama untuk menolak wacana tersebut. Ketua MUI Slamet Efendi Yusuf mengatakan, sertifikasi ulama merupakan bentuk fasisme gaya baru yang dicoba diterapkan oleh pihak-pihak tertentu. Rujukannya adalah langkah yang sama di Malaysia dan Singapura.
Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam menolak ide sertifikasi ulama untuk melawan teroris. Ide ini mengandung otorian para ulama  harus memiliki sertifikat ceramah, termasuk menyampaikan isi ceramah yang akan disampaikannya.
Ketua LDII Chriswanto Santoso mengatakan tidak benar kalau harus dilakukan sertifikasi karena asumsinya jadi terbalik, seolah-olah ulama salah kecuali ulama yang memilki sertifikasi.
“Karena itu kami menolak sertifikasi ulama. Kalau memang mau melakukan perbaikan baik Polri, BNPT dan lembaga lainnya mengajak para tokoh agama Islam untuk duduk bersama dalam mencegah tindakan terorisme,” Menurut Chriswanto, strategi efektif pencegahan terorisme adalah mengoptimalkan komunikasi aparat dengan tokoh agama. Aparat tidak perlu menakut-nakuti. Dia juga mengajak ulama memberikan  pemahaman agama mendalam  kepada santri. “Kami bersama MUI terus menjalin komunikasi kepada ulama agar dapat mengedepankan dakwah yang tidak mengedepankan kekerasan,” tegasnya
Sekretaris Jenderal MUI Ichwan Sam menilai ada kekhilafan dari BNPT sehingga mengusulkan ide sertifikasi ulama.“Kalau sertifikasi ini diberlakukan justru membuat empati sebagian orang terhadap terorisme. Karena itu ide ini jangan dilanjutkan,” papar Ichwan.
Menurutnya, ide ini mungkin muncul karena salah ucap saja karena didorong semangat yang tinggi untuk menumpas teroris. “Pak Ansyaad Mbai (Kepala BNPT) sendiri mengaku tidak pernah mengucapkan ide tersebut,” kata Ichwan.
Ia mengharapkan lembaga seperti BNPT dan aparat keamanan supaya lebih hati-hati berbicara berkaitan dengan agama.

sumber berita:

  1. Okezone
  2. Jawapos Nasional Network
  3. ROL Republika Online
  4. Tribunnews
  5. Antaranews
  6. Suaramerdeka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s