Pra-wedding-islamic

jadilah suami yang bisa membantu istri untuk bisa meningkatkan derajat surganya dan begitu juga sebaliknya, bagi istri jadilah istri yang bisa membantu meningkatkan derajat surga sang suami

Menempuh hidup baru bersama pasangan yang dicintai adalah dambaan setiap orang dan wajib hukumnya bagi muslim dengan melewati 4 proses syahnya menurut hukum Islam :

  1. Kedua muslim laki dan perempuan saling menyayangi;
  2. Direstui oleh wali;
  3. Ada Mas Kawin, dan
  4. Ijab Kobul.

Setelah keempatnya dilalui maka telah halal bagi mempelai berdua salaing memadu kasih dalam bingkaian maghligai rumah tangga, bagi anda yang baru saja melangsungkan prosesi pernikahan tersebut kami doakan semoga mendapatkan Rohmat dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. Pesan kami kepada mempelai berdua jadilah suami yang bisa membantu istri untuk bisa meningkatkan derajat surganya dan begitu juga sebaliknya, bagi istri jadilah istri yang bisa membantu meningkatkan derajat surga sang suami.
Marhaban yaa Ramadhan 1433H
Di bulan yang penuh dengan Rohmat dan Ampunan 1433H, dimana semua pahala akan dilipat gandakan begitu juga dengan kejelekan. Memadu kasih dan cinta bagi pasangan halal yang sudah menikah tentu menjadi sebuah pahala yang besar dan mendapatkan lipatan pahala dari Alloh, namun dibatasi hanya di waktu malam saja untuk dapat berhubungan suami istri, karena selain berpuasa menahan makan dan minum Alloh juga melarang hubungan suami istri disiangnya romadhon.
Dikisahkan dalam sebuah hadist Nabi: Ada seorang Rojul menghadap dan berkata
Rojul                    : sungguh rusak aku wahai Rosululloh
Nabi Muhammad  : apa yang membuat kamu rusak wahai Rojul?
Rojul                    : aku telah menjimak istriku disiang Ramadhan
Nabi Muhammad  : apakah kamu mampu memerdekakan budak?
Rojul                     : tidak Nabi
Nabi Muhammad  : apakah kamu mampu berpuasa 2 bulan berturut-turut?
Rojul                    : tidak Nabi
Nabi Muhammad  : apakah kamu mampu memberi makan 60 fakir miskin?
Rojul                     : tidak Nabi
lalu Nabi didatangkan senampan kurma dan berkata: berilah makan fakir miskin dengan kurma ini

Cerita di atas adalah peristiwa yang terjadi di zamannya Nabi, dan ternyata menjimak istri disiang hari bulan Ramadhan adalah larangan dan berat kafarohnya. Untuk itu janganlah coba-coba untuk melanggar larangan tersebut, karena untuk puasa sehari saja sangat berat melaksanakannya apalagi harus berpuasa 2 bulan berturut-turut.
Pesan ini sebenarnya bukan hanya untuk manten anyar, tetapi untuk semua umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1433H dan seterusnya. Istilah kata Kobongan.

Advertisements

One thought on “Manten Anyar, Awas Puasa Anda Kobongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s