Penandatanganan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) LDII Kabupaten Jember




Jember, 30 Desember 2011 
“Apabila di kemudian hari diketahui bahwa ada ormas dan LSM yang tidak terdaftar dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan hukum, Pancasila dan UUD 1945, maka sesuai dengan ketentuan yang ada, pemerintah melalui Kesbangpol dan Linmas beserta pihak terkait lainnya dapat membubarkan ormas dan LSM sesuai dengan ruang lingkup wilayah kerjanya,” 





Saat ini, jumlah ormas dan LSM yang melakukan kegiatan di tengah masyarakat terus bertambah dan sebagian besar belum maksimal melakukan tugas, fungsi serta program-programnya. Padahal keberadaan ormas dan LSM ini adalah sebagai mitra positif pemerintah daerah. Berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No. 220/1980.DIII tentang 18 tata cara pemberitahuan keberadaan ormas dan LSM. Apabila dalam jangka waktu tertentu ormas dan LSM tersebut tidak dapat melengkapi 18 persyaratan yang dimaksud, maka dinyatakan tidak lagi terdaftar di Kesbangpol dan Linmas atau dibekukan sementara atas segala kegiatannya sebelum melengkapi semua persyaratan yang telah ditentukan.

Bertempat di kantor Kementerian Agama  (Kemenag) Kabupaten Jember, Surat Keterangan Terdaftar (SKT) organisasi kemasyarakatan dan keagamaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember ditandatangani bersama oleh Kepala Bakesbangpol dan Linmas (Drs. H. Edy B. Susilo, M.Si) dan disaksikan oleh :

Kepala Kemenag
Drs. KH. Ahmad Refi, M.Pd
Ketua MUI
Prof. Dr. KH. Halim Subahar, M.A.
Ketua FKUB
Drs. KH. Afton Ilman Huda
Ketua DPD LDII
Drs. Sunardi, M.T.
WK DPD LDII
Dr. Miswar, M.Sc
Sekertaris DPD LDII
Ahamd Malik Effendi, S.P.

Semua elemen menandatangai  kesepakatan bersama dan menyambut baik keberadaan organisasi LDII di Kabupaten Jember dan siap menjalin kerjasama dengan LDII. Surat Keterangan Terdaftar (SKT) adalah syarat legalitas suatu organisasi dan LSM di suatu daerah atau wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Drs. KH. Ahmad Refi, M.Pd (Kemenag):
 “Secara organisasi Kemenag sangat membuka dan welcome serta mendukung paradigma baru LDII apalagi pondok pesantren LDII yang juga menjadi binaan Kemenag. Untuk itu LDII supaya terus menjalin kerjasama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.”

Prof. Dr. KH. Halim Subahar, M.A. (Ketua MUI):
“MUI sudah mengenal dan menerima LDII dan sudah menjadi bagian dari MUI dengan rekomendasi dari MUI Jatim. LDII bukan termasuk salah satu dari 10 aliran sesat yang ada di Indonesia. MUI berharap perubahan LDII supaya terus ditingkatkan sampai akar gresroot dan selalu komunikasi dengan MUI.”

Drs. KH. Afton Ilman Huda (Ketua FKUB)
“FKUB menekankan pada kerukunan umat beragama sehingga, LDII supaya selalu menjalin kerjasama dengan tokoh agama dan berharap tidak kembali pada paradigma lama. Diharapkan dengan SKT tersebut menjadi pintu bagi LDII untuk bersama-sama menciptkan kerukunan umat beragama.”

Drs. H. Edy B. Susilo, M.Si (Kepala Bakesbangpol dan Linmas)
“Kesbang sangat mengapresiatif atas langkah-langkah LDII yang persuasif dan lebih menekankan pendekatan komunikatif dalam menyikapi setiap persoalan.”


About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Penandatangan SKT. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s