Kunjungan DR.H.Marzuki Alie, SE, MM Ponpes Gading Mangu Jombang:

Santri Harus Berfikir untuk Menjadi Orang Kaya


Pondok Pesantren (Ponpes) diminta membekali para santri-nya untuk siap menjadi pengusaha yangkaya agar pada saatnya dapat menjadi orang yang banyak memberi bukan meminta-minta. Agama Islammengajarkan umatnya untuk berupaya menjadi orang kaya, tidak pernah  mengajarkan umatnyamenjadi orang miskin.
https://i2.wp.com/www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110531_083213_2.jpg
“Salah besar kalau pendidikan pesantren itu mengarahkan menjadi miskin. Saya keliling pesantrenuntuk menjelaskan ini. Rasul kita itu tidak miskin kok, dia pengusaha yang kaya karena mampumenyediakan mahar 40 unta saat menikah dengan Khadijah. Walaupun pengusaha kaya namun yang paling penting Nabi hidupnya sederhana, beliau kaya untuk  memberi,” jelas Ketua DPR RI Marzuki Aliesaat menyampaikan ceramah di Ponpes Gading Mangu, Jombang, Jawa Timur, Senin (26/12/11)
Orientasi pendidikan di pesantren jangan hanya mengarahkan santri untuk bisa berceramah saja, tapiperlu berikhtiar membangun ekonomi umat berbasis komunitas dan potensi di masyarakat. Sebagaiperbandingan ia mengaku pernah meninjau satu lembaga keuangan mikro di Bali yang bisnisnya bisamencapai triliunan rupiah. Ini menurutnya bisa mensejahterakan satu desa, sekaligus membangun danmenjaga budayanya.
“Saya juga pernah mencoba memberdayakan ekonomi satu panti asuhan di Palembang dan berhasil.Warga panti diajarkan membuka toko sederhana, dilatih keterampilan menjahit, memasarkan. Akhirnyamereka mandiri kalau sebelumnya rutin datang meminta bantuan, setelah itu tidak pernah lagi,”paparnya. Baginya kalau bangsa ini berkomitmen membangun dan menjaga konsistensi, urusan negaratidak ada sulitnya. “Saya sudah sampaikan kepada Wapres bagaimana membangun ekonomiberdasarkan komunitas sesuai potensi yang mereka miliki. Saya tidak tahu apa sudah berjalan, yangpenting sudah saya sampaikan.”
Politisi Partai Demokrat ini memotivasi santri untuk mulai dari sekarang berfikir bagaimana menjadikaya dengan cara yang halal. Tuhan katanya sudah menunjukkan ini jalan yang baik dan itu tidak baik.“Menjadi kaya supaya bermanfaat, supaya bisa membantu umat yang lain. Berfikirlah jadi orang kaya,bagaimana caranya belajarlah dari sekarang, berfikir kedepan mau jadi apa, rencanakan darisekarang. Dengan niat, usaha keras, keyakinan, doa dan tawakal insyaAllah tercapai,” demikianMarzuki.
Dalam kesempatan itu Ketua DPR meresmikan gedung baru TK dan SMP Ponpes Gading Mangu. Pimpinanpesantren Nurhadi menjelaskan komplek pendidikan yang berdiri berdiri di desa Perak sejak tahun 1952terus berkembang. Saat ini telah memiliki 95 ustadz/guru dan 3960 santri, 1598 diantaranya tinggal dipondok. Ia juga menyebut sedang menuntaskan pembangunan Mesjid Luhur Nurhasan yang menurutnyasalah satu mesjid terbesar untuk tingkat desa di seluruh Indonesia.
Inspiratif atau Indoktrinatif
Sementara itu pada saat berdialog dengan pimpinan dan staf pengajar Ponpes Wali Barokah, di Kediri,Jatim, Ketua DPR Marzuki Alie mengingatkan pentingnya para guru menjadi sumber inspirasi bagi paramuridnya. “Saya merisaukan kondisi sekarang dimana para guru cendrung menjadi indoktrinatif,”tandasnya. Ini menurutnya terjadi karena guru tidak fokus mengajar karena harus mencari tambahandi tempat lain untuk menutupi kekurangan penghasilan. Kegiatan belajar mengajar hanya sekedarmenjadi kegitan transfer ilmu.
http://ldiibekasi.files.wordpress.com/2008/08/audensi.jpg
Baginya indoktrinasi akan membuat murid takut terhadap guru, tidak akan ada penghormatan danpenghargaan pada guru. Pada akhirnya murid akan cendrung cepat melupakan. Sedang guru yang inspiratif adalah guru yang melaksanakan kewajibannya dengan ikhlas dan mampu mempengaruhi muriddari hatinya. “Saya punya guru namanya Pak Ridwan, sampai sekarang saya masih ingat mukanyaartinya saya terinspirasi. Dia mempengaruhi fikiran dan perasaan saya sampai sekarang,” imbuhnya.
Ketua DPR berkesempatan meninjau fasilitas perpustakaan pondok yang cukup representatif. Namun iaterlihat tertegun ketika mendapat penjelasan seluruh koleksi buku di perpustakaan tersebut adalahbuku-buku agama. Ia meminta agar pimpinan ponpes membuka cakrawala para santri denganmenyediakan buku disiplin ilmu lain. “Ada 700 koleksi kitab agama tapi buku pengetahuan umum tidakada. Santri perlu mengetahui perkembangan ilmu lain, agar pemahaman mereka lebih lengkap,” kataMarzuki.

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Marjuki Alie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s