https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf

LDII PC Kalisat Bersama Masayarakat dan Muspika Kecamatan Kalisat bersama-sama menanam pohon rambutan, sengon, mahoni dan jabon berlokasi di dua bukit di Desa Sumberjeruk Kecamatan Kalisat. Dalam sambutannya, ketua LDII PC Kalisat, Drs. H. Hadi Sukiman mengatakan bahwa program penghijauan yang dilaksanakan di wilayahnya merupakan ujud dari kepedulian LDII terhadap pemanasan global dan memerangi illegal loging sebagai program pemerintahan SBY, LDII sebagai lembaga dakwah islam yang juga bagian dari Indonesia merasa ikut handarbeni dalam melestarikan alam dan diharapkan dapat mencegah terjadinya bencana alam akibat tensi hujan di Jember yang semakin deras. Hujan yang mulai malam sampai pagi hari 4 Desember 2011 mengakibatkan beberapa wilayah di Jember terendam. Camat Kalisat Drs. Sutarman dalam sambutannya juga sangat bersyukur dengan program LDII dan merupakan pelopor di Kecamatan Kalisat dalam program penghijauan. Sutarman mengatakan bahwa LDII sebagai Lembaga Dakwah ternyata dapat melaksanakan program sosial seperti gerakan menanam pohon dan ini sangat diharapkan untuk dapat dilaksanakan oleh yang lainnya. Sutarman juga mengatakan bahwa isu dan anggapan miring tentang LDII selama ini ternyata tidak benar, karena ternyata LDII dapat bersosialisasi di masyarakat dengan baik dan mempunyai program-program yang baik dimasyarakat. Menindaklanjuti acara tersebut, Camat Kalisat Drs. Sutarman mengundang kepada warga LDII untuk ikut bergabung dalam apel pagi di Kecamatan dan disambut baik oleh LDII PC Kalisat. Penyerahan bibit secara simbolis oleh Ketua PC Kalisat kepada Camat Kalisat dan serentak ditanam oleh sumua elemen masyarakat baik warga LDII, Senkom dan muspika setempat. Menurut pakar tanaman Ir. Gunawan Cipto Harsono, M.Si, ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam menanam pohon, konon nyanyiannya Koes Plus “tongkat dan kayu jadi tanaman” untuk saat ini perlu dicermati, karena dulu tanah kita tanah surga sehingga tongkat dan kayu kalau ditanam bisa tumbuh, setelah diteliti kenapa di sepanjang penanaman pohon 3-4 tahun yang lalu di Jember yang hidup hanya 30% saja. Setelah dikaji oleh Gunawan sebagai tim independen ternyata kesuburan tanah kita tidak lagi seperti dulu sehingga banyak yang mati. Nah untuk itu perlu diperhatikan bagaimana kesuburan tanahnya, kedalaman lobang tanam dan pupuknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s