Di Bawah Naungan Pancasila

SARASEHAN KEBANGSAAN ”PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA & BERNEGARA”


Dalam satu dekade lebih, Pancasila tak pernah sekalipun menjadi tema sentral di kalangan akademisi, pergerakan, civil society, maupun political society. Bahkan media massa tak pernah menganggap Pancasila sebagai isu yang seksi untuk dijadikan headline.  
https://jemberldii.files.wordpress.com/2011/06/pancasila.jpeg?w=274
Namun, di tengah-tengah merosotnya moralitas bangsa. Di mana politisi dan elit pemerintahan memperlihatkan perilaku yang tak lagi menunjukkan jati diri bangsa, dan, di kalangan masyarakat norma-norma budaya mulai tergerus oleh hal-hal negatif dari efek globalisasi, membuat siapapun yang peduli dengan nasib bangsa memalingkan perhatian kepada nilai-nilai luhur Pancasila.
Semua sepakat. Keterpurukan bangsa lantaran pengabaian Pancasila sebagai jati diri bangsa, falsafah hidup bangsa yang merupakan pedoman dalam kehidupan bernegara dan bagaimana masyarakat Indonesia berperilaku. Maka, kami Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merasa revitalisasi Pancasila sebagai Panduan Berbangsa dan Bernegara dalam kondisi bangsa saat ini merupakan sebuah keharusan.
Intoleransi dan konflik yang muncul di tingkat akar rumput hingga pergulatan elit politik adalah bukti bahwa nilai-nilai Pancasila sudah terabaikan.  Tekanan terhadap kelompok minoritas dengan mengatasnamakan kelompok mayoritas berlabel agama adalah sebuah contoh nyata ditinggalkannya nilai-nilai luhur Pancasila.
Menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila merupakan salah satu upaya agar Bangsa Indonesia dapat terus berada pada rel perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang tepat yang telah dicita-citakan oleh para pendiri Republik ini.
LDII sebagai salah satu elemen bangsa terpanggil untuk menjadi bagian dari upaya menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang terbuka untuk diinterpetasikan bersama oleh berbagai kalangan bangsa Indonesia sehingga mampu memperkuat pencapaian cita-cita Bangsa menuju masyarakat Adil, Makmur dan Sejahtera.
LDII bersikap bahwa Pancasila bukan milik suatu golongan, atau sebuah rezim, atau sekelompok orang ataupun kekuasaan pemerintahan pada masa tertentu. Pancasila juga bukan representasi sekelompok orang, golongan atau orde tertentu. Pancasila adalah dasar negara yang akan menjadi pilar penyangga bangunan besar bernama, Indonesia. Sepanjang Indonesia masih ada, Pancasila akan menyertai perjalanannya. Rezim pemerintahan akan berganti dan boleh berganti, akan tetapi dasar negara akan tetap ada dan tak akan menyertai kepergian sebuah era pemerintahan.
http://blogldii.files.wordpress.com/2011/06/pancasila090611-2.jpg
Untuk itu LDII menghelat Sarasehan Kebangsaan “Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara” yang merupakan bentuk perhatian LDII dalam memperkuat aplikasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi azas Ketuhanan, Keberadaban, Persatuan, Permusyawaratan dan Keadilan.  Melalui Sarasehan ini, LDII berharap dapat menjadi bagian dari elemen bangsa yang memiliki perhatian penuh terhadap pencapaian cita-cita luhur bangsa.
Tujuan dari diadakan Sarasehan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila dalam perspektif keagamaan dan keadilan sosial.  Sehingga diharapkan elemen LDII dan masyarakat pada umummya memiliki Interpretasi yang tepat terhadap nilai-nilai Pancasila, untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sarasehan ini juga sebagai bagian dari kontribusi LDII dalam menyambut hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2011
Selain itu LDII memandang pentingnya, seluruh elemen anak bangsa untuk melakukan reaktualisasi, restorasi atau revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam rangka menghadapi berbagai permasalahan bangsa masa kini dan masa datang. Problema kebangsaan yang kita hadapi semakin kompleks, baik dalam skala nasional, regional maupun global, memerlukan solusi yang tepat, terencana dan terarah dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai jiwa dan roh yang senantiasa menyatu dalam kehidupan kita sehari-hari.
Untuk itu, dalam sarasehan ini LDII menghadirkan pembicara, antara lain:
•    Dr. Yudi Latif, Reform Institute
•    Budiarto Shambazy, Redaktur Senior Harian KOMPAS
•    Drs. H. As’ad Ali, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama
•    Drs. H. Hajriyanto Thohari, M.A. Wakil Ketua MPR RI
•    Ir.H. Prasetyo Sunaryo, M.T. Ketua DPP LDII
Selanjutnya, Keluarga LDII mengajak seluruh komponen bangsa menjadikan momentum Hari Lahir Pancasila ini untuk memperkuat empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika melalui aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi, perekat sekaligus payung kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian kita, seperti nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai permusyawaratan dan keadilan sosial, saya yakin bangsa ini akan dapat meraih kejayaan di masa depan. Nilai-nilai itu harus diinternalisasikan dalam sanubari bangsa sehingga Pancasila hidup dan berkembang di seluruh pelosok nusantara.
Aktualisasi nilai-nilai Pancasila harus menjadi gerakan nasional yang terencana dengan baik sehingga tidak menjadi slogan politik yang tidak ada implementasinya. Saya yakin, meskipun kita berbeda suku, agama, adat istiadat dan afiliasi politik, kalau kita mau bekerja keras kita akan menjadi bangsa besar yang kuat dan maju di masa yang akan datang.
Sedikit menyitir lagu “Di Bawah Tiang Bendera” karya Alm.Franky Sahilatua dan Iwan Fals:
Kita adalah saudara, dari rahim ibu pertiwi
Ditempa oleh gelombang, dibesarkan jaman
Di bawah tiang bendera
Dulu kita bisa bersama, dari cerita yang ada
Kita bisa saling percaya, Yakin dalam melangkah
Lewati badai sejarah
Pada tanah yang sama, Kita berdiri
Pada air yang sama, Kita berjanji
Karena darah yang sama, Jangan bertengkar
Karena tulang yang sama, Usah berpencar
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Mari kita renungkan, Lalu kita bertanya
Benarkah kita manusia, Benarkah ber-Tuhan
Katakan aku cinta kau
Pada tanah yang sama, Kita berdiri
Pada air yang sama, Kita berjanji
Karena darah yang sama, Jangan bertengkar
Karena tulang yang sama, Usah berpencar
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Demikian informasi yang kami sampaikan. Mari kita laksanakan Pancasila dalam kehidupan kita, mulai dari diri sendiri, keluarga, bertetangga, masyarakat dan berbangsa.
Jakarta, 9 Juni 2011
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: