NII Tidak Layak Hidup di Indonesia

Drs. Sunardi, M.T., ketua DPD LDII Kabupaten Jember masa bakti 2010-2015 dalam menanggapi merebaknya berita Negara Islam Indonesia (NII) yang meresahkan masyarakat menghimbau sekaligus menyerukan kepada seluruh warga LDII dan simpatisan untuk tetap beribadah sesuai dengan syariat Islam berdasarkan tuntunan Nabi Muhammad, SAW dan mematuhi semua peraturan pemerintah berdasarkan Pancasila dan UUD’45.

Seperti diberitakan beredarnya kabar sejumlah mahasiswa hilang setelah dicuci otak kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Kabar terbaru yang merebak, ada 11 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghilang. Mereka diributkan telah direkrut dan dicuci otak NII.

Yang jelas, konsep NII tidak cocok dengan konsep NKRI bahkan malah menambah buruknya citra Islam dimata masyarakat dan dunia. NII tidak layak hidup di Indonesia dan untuk menghindari itu, Abdullay Syam meminta kepada para ulama untuk lebih waspada dan terus untuk mengingatkan umat dan memberikan pemahaman aqidah Islam yang benar. Menurut dia, peran mereka sangat penting guna menyadarkan umat dan menyelamatkan generasi muda dari pemahaman Islam yang salah.

“Apalagi mereka yang tidak utuh memahami ajaran Islam. Mahasiswa sebaiknya tidak terpengaruh dengan aliran agama yang tidak jelas,” lanjutnya. LDII sebagai Lembaga Dakwah Islam di Indonesia mengajarkan kemurnian agama karena itu para mubaligh/penyampai agama, warga dan simpatisan LDII dibekali ilmu manqul  sebagai dakwah yang dianjurkan oleh Rosululloh Muhammad, SAW.

Ibnu Mubarak (perawi hadis) berkata di dalam mukadimmah Hadis Riwayat Muslim


” Dari Ahli Marwa berkata, saya mendengar Abdan bin Usman berkata, saya mendengar dari Abdullah bin Mubarak ia berkata “Isnad itu termasuk agama dan seandainya tidak ada isnad maka orang akan berkata (masalah agama) sesuka hatinya”

Sunardi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati, waspada dan peka terhadap gejala mencurigakan yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya. Menanggapi issue bahwa ajaran LDII sesat, Sunardi mengatakan bahwa issue tersebut fitnah dan tidak benar. LDII adalah organisasi Islam yang santun dan menjadi pelopor terdepan dalam pembangunan aqidah umat, LDII sudah diakui oleh pemerintah Indonesia dan secara resmi diterima oleh Presiden SBY.

Badan Hukum LDII yaitu Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-18. AH.01.06. Tahun. 2008, Tanggal, 20 Pebruari 2008.

LDII membuka diri kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti kegiatan LDII dan menjadi anggota LDII

berdasar pada AD Pasal 10, syarat untuk menjadi anggota LDII adalah Warga Negara RI, yang :
a. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa,
b. Setia kepada Pancasila dan UUD 45,
c. Menyatakan diri dengan sukarela menjadi anggota LDII,
d. Menerima menyetujui dan sanggup taat terhadap keputusan musyawarah/rapat dan Peraturan Organisasi,
e. Bersedia mengikuti segala kegiatan sesuai dengan Program Kerja Organisasi.

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in NII bukan Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s