Waspada ulat bulu, Pemkot Surabaya Tri Rismaharini membentuk Posko Ulat Bulu di daerahnya

Dalam rangka penanggulangan merebaknya ulat bulu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Tri Rismaharini  mendirikan posko atau pusat informasi seputar penanganan ulat bulu, yang sudah menyebar ke wilayah Surabaya dan sekitarnya. Ditunjuk sebagai Koordinator Alexandre S Siahaan menjelaskan, sudah banyak warga yang menghubungi posko untuk melaporkan adanya ulat bulu di daerahnya, atau mencari tahu bagaimana penanganannya.

Sebanyak 10 warga dari daerah Darmo Permai, Bendul Merisi, Wisma Medoan Ayu, Mulyosari, Gunung Anyar, Ketintang, Mayjen Sungkono, Kenjeran Dalam yang menghubungi posko.

“Sebagian dari mereka berkonsultasi bagaimana cara penanganan ulat bulu, dan ada yang memberitahukan jika daerahnya ada ulat bulu, seperti laporan dari warga Kenjeran Dalam,” katanya.

Berdasarkan laporan dari warga Kenjeran Dalam, Fauzi, melaporkan ada banyak ulat bulu di daerahnya.
Tindak lanjut dari laporan tersebut tim yang dikoordinatori Alexander tersebut mendatangi lokasi dengan membawa tangki untuk menyemprot daerah yang terserang ulat bulu.

Saat ini, katanya, daerah yang ditemukan ulat bulu di Surabaya ada di daerah Rungkut, Wonorejo, Kalianak dan Kenjeran Dalam. “Posko kami buka 24 jam. Setiap laporan yang masuk dari warga, akan langsung kami tindaklanjuti,” katanya.

Mengenai persediaan obat, Alex mengatakan obat ulat bulu di Dinas Pertanian masih cukup banyak yakni sebanyak 40 kaleng. “Kami juga membuat obat hayati untuk memusnahkan ulat bulu. Kami juga selalu berkoordinasi dengan Balai Proteksi Hama Penyakit Provinsi Jatim,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengeluarkan surat intruksi kepada camat, lurah dan ketua RW di wilayah Kota Surabaya, agar selalu waspada terhadap serangan ulat bulu.

Dalam surat instruksi yang ditandangani wali kota ini tertanggal 11 April 2011, Nomor 521/1598/436.6.9/2011 menyebutkan ada tiga instruksi yang harus dijalankan para camat, lurah dan ketua RW di daerah tersebut.

Pertama, melaksanakan Perda No.6/2009 tentang perlindungan, kedua pengendalian dan ketiga pemanfaatan tumbuhan dan satwa, yaitu untuk melarang adanya penangkapan burung di wilayah Kota Surabaya.

Selain itu, lanjut dia, mewaspadai adanya indikasi serangan ulat bulu untuk segera malaporkan ke Koordinator Posko, Alexandre S Siahaya, melalui nomor telepon 0318275404, 081231343335.

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Posko Ulat Bulu. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s