Identifikasi Pelaku Bom Cirebon Mengarah pada M.Sarip (Syarif)

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengindikasikan kuat pelaku bom Cirebon adalah M Sarip (Syarif). BNPT masih menyelidiki siapa yang mengajarkan Sarip merakit bom.

“Ini masih dalam proses penyelidikan nanti kita akan menyelidiki siapa yang menyuruhnya dan siapa yang mengajarkannya dalam merakit bom,” kata Deputi Penindakan BNPT Kombes Pol Petrus R Golose kepada wartawan.

Hal itu disampaikan Petrus usai memimpin penggeledahan di rumah mertua Sarip di Dusun Senen, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka, Minggu (17/4/2011).

Petrus mengatakan pihaknya telah menemukan sejumlah barang yang berkaitan kuat dengan bom yang meledak di Cirebon. Namun ia enggan menjelaskan secara rinci apa saja komponen yang dimaksud.

“Ada komponen hardware di tempat tersebut. Sebagian berhubungan dengan komponen saat kejadian,” kilahnya.

Jenisnya apa pak? “Jenisnya banyak,” jawab Petrus.

Sebelumnya, Densus 88 menyita sejumlah barang dari rumah mertua Sarip. Barang-barang yang disita berupa komponen elektronik yang diduga terkait dengan bom bunuh diri di Cirebon.

“Jadi banyak ditemukan partikel elektronik yang berhubungan dengan tempat kejadian yang pertama (mesjid) selain itu di rumah ini ditemukan juga yang berhubungan dengan pembuatan dan perakitan bom,” jelas Petrus.

Selain itu, nampak petugas membawa berkas dalam beberapa map, benda berbentuk bulat mirip CD dan 1 unit CPU berwarna hitam.
Berdasarkan data terakhir yang dihimpun Jumat sore, jumlah korban luka ledakan bom bunuh diri di Masjid Al-Dzikro, Kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, mencapai 28 orang, termasuk Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco dan sejumlah perwira polisi lainnya.

Menurut data di RS Pelabuhan Cirebon, sejumlah perwira di Polresta Cirebon juga menjadi korban yaitu Kabagmin Kompol Suhadi, Kasat Lantas AKP Kurnia, dan Kasat Intel AKP Singgih, serta Khatib dan Imam Masjid Al-Dzikr Abas (45).

Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco langsung menjalani operasi di RS Pertamina, sementara 26 orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Labuhan Cirebon. Satu korban lagi adalah orang yang tewas yang diduga kuat sebagai pelaku peledakan.

Cukup kuatnya ledakan bom yang didalamnya juga diisi paku dan sekrup/baut menyebabkan Ny Listiati, seorang wanita yang berada di luar Mesjid pun turut menjadi korban.

Peristiwa ledakan bom di masjid tersebut menewaskan satu orang yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri.

Para korban umumnya menderita luka akibat lontaran paku dan sekrup dari pusat ledakan. Sementara pelaku bom bunuh diri tewas dengan luka parah di bagian perut. Diduga pelaku melilitkan rangkaian bom di perutnya.

Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco juga menderita luka di bagian punggung yang dipenuhi puluhan serpihan paku dan sekrup, sehingga diduga pelaku mengambil posisi berada di belakang Mapolresta menjelang Shalat Jumat dimulai.

Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, mengatakan bahwa ledakan di Masjid Mapolresta Cirebon Jumat sekitar pukul 12.20 WIB itu melukai 17 orang.

Sekda Kota Cirebon Abdul Manaf yang mengunjungi Kapolresta mengatakan, kondisi Kapolresta masih sadar walaupun mengalami luka-luka di punggung dan lengan bawah akibat serpihan bom.

“Kami mengutuk tindakan bom bunuh diri ini,” katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: