Bagaimana Iblis Menjerumuskan Manusia? (Awas Iblis Bagian-2 )

Iblis Memperlihatkan diri kepada Nabi Ayub “Alaihis Salaam

Ibn Abi Khatim meriwayatkan dari Ibn Abbas, dia berkata: Syetan berdoa, “Ya Tuhan, Kuasakanlah aku kepada Nabi Ayub!” Alloh Ta’ala berfirman, “Aku telah menguasakan kamu kepada hartanya dan anaknya, dan Aku tidak menguasakan kamu atas jasadnya.” Maka turunlah Iblis dengan semua tentaranya, maka Iblis berkata kepada tentaranya, “Aku telah diberi kuasa (mengganggu) Ayub, maka perlihatkanlah kekuasaamu kepadaku!” Maka mereka menjadi api kemudian mereka menjadi air. Maka ketika mereka di timur ketika itu mereka di barat, dan ketika mereka di barat ketika itu mereka di timur. 
Maka Iblis mengutus dari mereka :

  1. segolongan untuk merusak tanamannya dan 
  2. segolongan yang lain merusak ontanya dan 
  3. segolongan yang lain merusak sapinya dan 
  4. segolongan yang lainmerusak kambingnya

Iblis berkata, “Tidak bisa dijaga kamu (Ayub) kecuali dengan sabar.” Maka Iblis dengan semua tentaranya datang kepada Nabi Ayub dengan bermacam-macam musibah, sebagian di atas sebagiannya.

  • Maka datang pemelihara kebun lantas berkata, “Wahai Nabi Ayub, tidakkah kamu lihat Tuhanmu telah mengutus api membakar tanamanmu.” 
  • Kemudian datang pemelihara unta dan dia berkata kepada Nabi Ayub, “Tidakkah kamu litah Tuhanmu telah mengutus musuhmu membawa pergi untamu?”
  • Kemudian datang pemelihara sapi dan dia berkata kepada Nabi Ayub, “Tidakkah kamu litah Tuhanmu telah mengutus musuhmu membawa pergi sapimu?”
  • Kemudian datang pemelihara kambing dan dia berkata kepada Nabi Ayub, “Tidakkah kamu litah Tuhanmu telah mengutus musuhmu membawa pergi kambingmu?”

Nabi Ayub berpisah berpisah menyendiri dari anak-anaknya, kebetulan mereka berada di rumah anak yang paling besar. Ketika mereka makan dan minum tiba-tiba angin bertiup dengan kerasnya sehingga pilar-pilar rumah runtuh dan menimpa mereka sampai mati.
Iblis berkata, “Alangkah ngerinya jika engkau (Ayub) melihat darah mereka bercampur dengan makanan dan minuman mereka.

Nabi Ayub berkata, “Dimanakah kamu waktu itu?”
Iblis berkata, “Aku bersama mereka.”
Berkata AYub, “Bagaimana kamu bisa selamat dari bencana?”
Berkata Iblis, “Aku terlepas.”
Ayub berkata, “Kamu syetan.” kemudian Nabi Ayub berkata, “Aku hari ini seperti saat dilahirkan oleh ibuku.”

Maka Nabi Ayub berdiri mencukur rambut kepalanya kemudian berdiri dan sholat.
Maka Iblis menangis meraung-raung sampai tangisannya terdengar oleh penduduk langit dan bumi. Kemudian dia kelangit dan berkata, “Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayub telah terjaga (dari godaan), kuasakanlah aku kepadanya, “Sungguh Aku menguasakan kamu atas jasadnya dan tidak menguasakan pada hatinya.”

Maka Iblis turun dan meniup telapak kakinya Nabi Ayub dengan sekali tiup dan lukalah di antara dua telapak kakinya sampai ke kepalanya. Maka bersatulah luka-luka itu menjadi luba besar dan dia meletakkan di atas bara api hingga kelihatan perutnya. Istrinya pun datang bergegas kepadanya hingga berkata, “Tidakkah kamu lihat wahai Ayub, qodar Alloh yang menimpamu dari kepayahan dan kemiskinan yang jika aku jual sepotong roti maka aku memberi makan kepadamu. Berdo’alah wahai Ayub, agar Alloh menyembuhkanmu.”
Berkata Nabi AYub, “Kasihanilah dirimu, kita dalam kenikmatan selama 70 tahun, maka bersabarlah kamu (wahai istriku) sehingga kita dalam kemiskinan 70 tahun.”

Nabi Ayub menjalani semuanya itu dalam cobaan selama 7 tahun.
Untuk itu kita supaya bisa mengambil hikmah dari kesabaran Nabi AYub, yang dengan kesabaran itu Alloh menyelamatkannya dari syetan.
Nabi AYub berdoa: “Ya Alloh, Aku memujiMu wahai Tuhannya semua yang dianggap tuhan, Engkaulah yang telah berbuat baik kepadaku, Engkau yang telah memberi harta benda dan anak-anak, maka tidak tinggal dari hatiku satu cabang (pemberian) kecuali ia telah masuk kedalamnya, Engkau telah mengambil semuanya dariku dan Engkau telah mengosongkan dari hatiku, maka tidak ada sesuatu yang menutupi antaraku dan antaraMu. Jika musuhku Iblis mengetahui yang Engkau perbuat niscaya dia dengki kepadaku.” Maka Iblis pun menemui Nabi AYub dalam keadaan begitu dengan mungkar. (Tafsir Ibn Katsir juz 3/118).



About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Awas Iblis Bagian-2. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s