>


Iman secara bahasa berakar dari bahasa Arab amuna yang asalnya dari kata al-amnu yang berarti percaya. Dalam bahasa Inggris, diterjemahkan dengan to believe. Sedangkan secara istilah Iman berarti meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan melaksanakan dengan perbuatan.
 
Alqomah bin Qais bin Abdullah bin Malik An-Nakha’i, salah seorang tokoh dari ulama tabi’in memberikan definisi tentang iman “yaitu: orang ketika ditimpa musibah ia meyakini bahwa itu semua dari Allah, maka ia pun akan ridha dan pasrah (atas takdir-Nya).”
 
Dalam hadis riwayat Muslim, diceritakan bahwa suatu hari Rosulullah saw didatangi oleh seorang lelaki tua. Kepada Rosulullah, lelaki tua itu bertanya tentang tiga hal, dimana salah satunya tentang iman. Rosululloh saw menjawab: ”Hendaklah engkau beriman kepada Alloh, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.
———————————————————————————————————————————–
Jadi orang iman itu ribet yaaa?….. banyak sekali aturannya : 
harus ibadah : dalam sehari semalam orang yang iman dituntut untuk selalu ibadah, bayangkan saja: mulai mau tidur baca doa : Allohumma bismika amutu waahya, tengah malam supaya bangun wudlu, sholat malam dan berdoa, abis itu kalo masih ada waktu seh boleh tidur lagi nah kalo udah waktunya sholat shubuh… langsung deh sholat shubuh, abis itu ditambah dzikir dan doa plus baca Al-Qur’an beberapa ayat kalau perlu sampai waktunya sholat duha, abis itu mandi eeeeeit….. waktu masuk jeding doa dulu dong.. “Allohumma inni a’udzubika minal hubusi wal hobais” biar kagak diganggu setan waktu di kamar mandi, nah abis mandi keluar jeding doa juga dung…. “Gufronaka” nah……. abis itu pake baju (baju baru atau lama) doanya “Alhamdulillahi kasani hadassauba warozakonihi min ghoiri haulimminni wala quwwah”
Abis pake baju (seragam sekolah tuk anak sekolah atau pakaian kerja buat bapak/ibu yg pegawai baik PNS maupun swasta atau punya kesibukan maupun gak punya kesibukan… wes pokoknya apa aja deeeh)… nyang sekolah yaaa berangkat sekolah…. nyang pegawai ya ke kantor…. yang sopir yaa nyopir…. nyang belanja yaa belanja…. nyang tukang ngojeg yaaa ngojeg….. nyang tukang insinyur yaaa sinyuuurrrr…. nyang tukang sawah yaaaaa kesawah…. nyang tukang pilot yaaaaa milottt….. aaaaapaaaaa ajaaa deeeh.. sampe nyang biasa tukang parkir yaa nongkrong, semuanya karena punya keimanan, semuanya berjalan dengan “bismillahi tawakaltu ‘alallohi la haula wala quwwata illa billah” sampai waktunya sholat dzuhur……. segala aktivitas berhenti untuk melaksanakan sholat dzuhur… tweeeruuuuuussssssss nambah aktivitas sampai sholat ashar……tweeeeeruuuuusssssssssssssssssss……………….. smuanya dikerjakan hanya untuk mencari ridlo Illahi Robbi
 
Belum lagi zakat, puasa, infak, sodaqoh, membantu fakir miskin, anak yatim, janda tua, menolong sesama, berbuat baik pada orang tua, menyayangi anak kecil, membantu orang kesusahan, ditambah lagi membeli alat-alat sholat, membangun masjid, membangun sarana ibadah, dan banyak lagi lain-lainnya yang kayaknya semua membatasi kehidupan dunia, dimana dunia ini telah menyediakan segala kebutuhan semua mahluk hidup yang ada didalamnya, namun bagi orang yang beriman tidak diperbolehkan melanggar aturan-aturan agama yang terkandung didalam Al-Qur’an dan Al-Hadist.
Larangan itu seperti : 

  1. Larangan menyekutukan Alloh, menyamakan Alloh, menjadikan Alloh sebagai Bapak, mempunyai anak dan menyamakan Alloh dengan mahlukNya.
  2. Larangan Berzina (hubungan laki dan perempuan yang belum sah/nikah secara agama yang sudah diatur dalam agama… oleh pemerintah dinaungi di depag yang biasanya dilakukan oleh seorang mudin atau penghulu atau pemuka agama melalui syarat nikah : ada mempelai berdua, ada mas kawin dan ada walinya). nah kalau zina itu…… wes pokoknya ketemu sepasang laki dan perempuan lalu…. hoho.. hihi…. maaf niich kalo parno.. tapi itu bener lhooo… biarpun pada senengnya kalo tanpa syarat nikah itu dipenuhi yaa namanya zina alias dilarang dalam Islam. Jangankan berzina… lhaa wong berduaan antara laki dan perempuan tok… aturan agamanya kagak boleh deket-deket kok… “Wala takrobuzzina”… ojok cedek-cedek karo kelakuane zina… onok meneh (ada lagi)…. dalam hadis…. “lebih baik ditusuk tangannya dari besi panas sampai tembus daripada menyentuh tangannya laki/perempuan yang bukan mahromnya.  “Ngono jarene ngomong lek wong LDII tuker-tukeran bojo (katanya orang LDII suka tukar-tukar pasangan)….. Naudzubillahi mindzalik…. itu adalah fitnah … fitnah pol gak ketulungan. Semoga Alloh membukakan hatinya orang-orang yang belum tau tentang LDII, maka mari… lebih baik datang-lihat-dengarkan-dan perhatikan apa yang di kaji, dikerjakan warga LDII dalam pengajiannya dan kehidupannya. Insya Alloh kami warga LDII dimanapun berada selalu taat pada Alloh dan Rosululloh Muhammad, SAW dan taat pada pemerintah Indonesia.”
  3.  Larangan minum-minuman yang memabukkan seperti arak, sabu-sabu, ganja, extasi, pil koplo, dan lain-lain yang memabukkan. Berapapun kadarnya alkohol terkandung dalam dalam minuman atau sejenisnya.
  4. Larangan berjudi seperti adu domba, sapi, ayam, bebek, semut yang mengandung judi, kalau sekarang lagi tenar judi bola, judi tinju, judi basket, judi togel, judi cap jiki, judi catur, judi gaple, judi dadu, judiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…….. apapun yang namanya judi daaah.
  5. Larangan bohong, goro, dusta, tidak jujur, tidak amanah,…. sehingga mengakibatkan orang lain susah, marah, benci, tidak percaya, tidak simpati, menjauhi, dan lain-lainnya akibat ulah-ulang perbuatan tersebut. 
  6. Larangan bahil, pelit, medit, ……………. dadio wong sing loman lan dermawan utamanya buat pembinaan diri, anak, keluarga, lingkungan dan masyarakat yang membutuhkan apalagi untuk pembangunan masjid, pembangunan generasi muda yang beriman, berahlakul karimah dan mandiri yang semuanya bisa menambah jariah yang terus mengalir sehingga meningkatkan derajat surga (opo seh surga? surgae sopo?… koyok-koyok surgae dewe….  

“(Yaa.. perlu difahami dong… 
surga tempat yang sangat istimewa disisi Alloh 
sebagai janjinya Alloh untuk orang-orang yang beriman 
yang menjalankan segala perintahnya dan 
menjauhi segala larangannya…. dengan niat karena Alloh mengharpkan rido dari Alloh dan terhindar dari murka/adzab Alloh “Yarjuna Rohmatu Wayakhofuna Adzaba”
Menjalankan syareat Islam dengan mengucapkan 2 kalimat syahadat “Laaila Hailalloh Muhammadurasululloh SAW” mengerjakan 5 waktu sholat, zakat, puasa, haji bila mampu, dan mengerjakan semua perintah Alloh dan RosulNya (tentunya dengan ngaji dulu dong Qur’an dan hadistnya) nah… ngajinya tentunya ada sanadnya (Guru berguru-berguru-berguru-berguru-……. sampai ahirnya memang ilmu itu sampai kepada Rosululloh, SAW) siapa yang mengatakan kalau sanad seperti itu gak perlu….. yang ngomong nggak perlu pake sanad itu sama halnya belajar agama (Qur’an dan Hatist) seperti membaca sendiri, diartikan sendiri, diangan-angan sendiri, dikerjakan sendiri…… siapapun bisa bukan hanya orang islam tapi orang selain islampun juga bisa bahkan orang kafir juga bisa (mohon jangan diputar balikkan kata-katanya). Alloh berfirman dalam Al-Qur’an ayat 14 dan 15.

  1. Larangan durhaka pada orang tua, menyia-nyiakan orang tua, tidak hormat pada orang tua, tidak rukun sama orang tua, tidak rukun sama tetangga, menyakiti tetangga.
  2. Larangan mencuri, menjambret, mencopet, menipu, menggarong, menodong, malak, madat, madon, maaaaa……..nipu….nilep….niiiiiiiiimbang barangnya orang tanpa ijin atau disuruh nyang punya. Inget pesennya Bang Napi… Waspadalah-waspadalah-waspadalah.
  3. dll…………..dah yang dilarang….. kalo pengen lebih buanyak lagiiiii….. ngaji aja yaaa…..baru kalooo udah ngaji terus diamalkan dan paling tidak dideres lagi diulang lagi dan diulang lagi sampe ngerti dan faham, biar nggak salah dan biar pinter dan faham. Sebab “Al Ilmu bunyanul Islam wal Imadul Iman” Ilmu itu menjadikan hidupnya Islam dan tiangnya keimanan

Dunia seakan-akan menjadi penjara bagi orang Iman dan menjadi surganya orang-orang Kafir (tidak iman)


Perlu dimengerti :
Bagaimana orang-orang iman hidup layaknya dipenjara (dunia)? lhaaa….. iya dipenjara sambil bisa makan enak, tidur nyenyak, kendaraan juga banyak (walaupun kadang kala cuman naek ojek, becak, lin ataupun bus dan pesawat)…. tapi ada juga kan orang iman yang punya motor sendiri, mobil sendiri, becak sendiri, lin/angkot sendiri? ……. padahal kalau orang yang mencuri ayam lalu ketahuan….. kalau nggak digebukin masih untuk ditangkap pak polisi lalu dikurung di sel… coba penjaranya pak polisi ukurannya kecil diisi oleh beberapa orang… apalagi kalo sudah liat di LP Cipinang, LP Jember… dan LPLPLPLPLPLPLPLPLPPPPPPekpekpekpekpek……..kamar ukuran 6×6 diisi orang 100…. kayak di kandang ayam…. bekbekbekbekbek…… 
Kehidupan orang Iman didunia layaknya hidup di istana yang megah walaupun kadang hidup beratapkan langit dan beralaskan koran, tapi …… janji Alloh pasti……. pasti….. yakin dan haq….. untuk orang Iman jaminan Surga… tempat segala kenikmatan yang pol dan kekal abadi selama-lamanya… apa yang dilarang didunia, disurga nanti semuanya akan diberi bahkan lebih hebat lagi puncak dari segala puncak kenikmatan ada disana dan akan diberikan kepada penghuninya saja. 

Sedangkan bagi orang-orang yang mengumbar kekafirannya…………. Alloh telah menyipakan juga tempat dari segala sumber penderitaan yang pol dan kekal abadi selama-lamanya yaitu N e  r  a  k  a


Hayoooooo…….. sekarang mau pilih Iman atau Kafir?
hidup didunia dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya ……….hasilnya……. SURGA
atau pilih hidup didunia dengan istilah… cilik dimanja-muda foya-foya, tua kaya-raya… matinya….. BENGEK
(kenyataan didunia tidak ada seperti itu)
menajalankan hidup dalam kekafirannya……………………………hasilnya……………………. NERAKA







Kafir adalah lawan dari iman. Jika iman berarti mengetahui Allah maka kafir adalah tidak mengetahui Allah. Jika dikatakan iman adalah taat maka kafir berarti maksiat. Sehingga orang kafir adalah orang yang tidak bisa mengetahui dan memahami Allah dan segala yang datang dari Allah, sehingga tidak bisa percaya kepada-Nya, dan cenderung melakukan maksiat kepada Allah. Definisi lain untuk kafir adalah sebutan bagi orang-orang yang keluar dari landasan islam. Seorang yang kafir dapat melihat dalil-dalil tauhid di hadapannya dan sesuatu yang mendorongnya agar beriman kepada Allah, tetapi dia tetap berbuat dalam kebatilan dan kekufurannya seolah-olah dia tidak dapat melihat dalil tersebut. 


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s