>Selamat menempuh hidup sempurna Pak Din (Ketua PP Muhammadiyah) Semoga Bahagia

>

Sebagaimana diberitakana di berbagai media massa JAKARTA – Sekjumlah bos partai politik menghadiri pernikahan kedua Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dengan Novalinda Yunafrianti, hari ini, Minggu (13/3).

Pernikahan kedua Din digelar di gedung PP Muhammadiyah. Din menikahi Linda dengan mas kawin mushaaf Alquran dan satu set buku bacaan.

Sederet tokoh hadir dalam acara pernikahan yang digelar Minggu 13 Maret 2011. Tampak Ketua Umum PAN Hatta Radjasa, mantan Ketua Partai Golkar Akbar Tanjung, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua MPR Taufiq Kiemas dan Ketua DPD Irman Gusman.

Din sempat berkelakar, ketika usai akad nikah berlangsung. Ketika itu kedua mempelai berjalan dari lokasi akad nikah, masjid At Taqwa menuju gedung PP Muhammadiyah. “Digandeng Pak,” ujar salah seorang tamu.

“Belum boleh,” kata Din, seraya tersenyum. Sahutan Din tersebut kembali ditimpali oleh tamu lainnya, “Sudah boleh dong Pak, sudah sah,” kata seorang tamu.

Sementara Linda, yang mengenakan gamis warna putih, hanya tersenyum mendengar jawaban Din. Istri Din ini masih terhitung kerabat Fira Beranata, istri Din yang wafat pada 29 Juli 2010 lalu karena serangan jantung.

Ketua DPP Golkar, dalam kesan pesannya sempat mengungkap kisah cinta antara Din dan Linda. Awal bulan lalu, cerita Tohari, Din melangsungkan ibadah umroh. “Kami minta Pak Din untuk naik ke Jabal Rahmah, untuk meneriakkan meminta jodoh, tapi Pak Din membentak, ah itu takhayul,” kata Tohari.

Namun, sekembalinya dari Jabal Rahmah, Din akhirnya mempersunting Linda. Din, tampak sumringah menyambut tamu-tamu yang hadir.

Novalinda adalah sepupu Fira, istri Din terlebih dahulu. Saat ini, Novalinda yang berlatar belakang pendidikan hukum, adalah seorang notaris yang tinggal di Gresik, Jawa Timur. Dia lulusan Fakultas Hukum Unair tahun 1998. Meski tinggal di Gresik, namun ia berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat.

Sebelumnya, Linda bekerja sebagai notaris di Gresik Jawa Timur.

JK dan TK Jadi Saksi Pernikahan Din

Surabaya (ANTARA News) – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Ketua MPR Taufiq Kiemas (TK) direncanakan menjadi saksi akad nikah Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

“Insya-Allah, Pak JK dan Pak Taufik yang jadi saksi,” kata Din Syamsuddin kepada ANTARA di Surabaya, Jatim, Sabtu.

Prosesi akad nikah sekaligus resepsi akan digelar di Masjid Muhammadiyah, kompleks kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya Nomor 62, Jakarta Pusat, Minggu (13/3).

Din yang dilahirkan di Sumbawa Besar, NTB, pada 31 Agustus 1958 tersebut, menikahi Novalinda Jonafrianty, janda tiga anak yang sehari-harinya bekerja sebagai notaris dan bermukim di Perumahan Pesona Wahidin Blok B-31, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur.

Nova bersekolah di SD dan SMP Semen Gresik, kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 2 Surabaya. Lulus SMA, Nova kuliah di Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Putri mantan Dirut PT Semen Gresik Sotion Ardjanggi itu, tercatat masih sebagai kerabat Fira Beranata, istri Din yang wafat pada 29 Juli 2010 akibat serangan jantung.

Din yang juga Wakil Ketua Umum MUI itu, juga mengaku mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan, hampir semua pejabat pemerintahan turut pula diundang.

“Pak Presiden saya undang kok. Doakan semuanya lancar,” paparnya sembari meminta restu kepada rakyat Indonesia.

Sementara, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku, terkejut dengan calon istri Din yang merupakan warga Jawa Timur.

“Saya tidak menyangka calonnya Pak Din orang Gresik. Jadi, tampaknya beliau akan sering-sering datang ke Jawa Timur,” ucapnya, sambil tertawa.(*)

Din Nikahi Sepupu Almarhum Istri  

Din Syamsudin. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO Interaktif, Jakarta

Jakarta- Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin bakal menikah lagi. Pernikahan kedua ini, ternyata ia meminang orang dekat sekitar keluarganya.
Menurut Syafrudin Anhar, Ketua Majelis Ekonomi, PP Muhammadiyah, Din akan menikah pada Ahad 13 Maret 2011, pukul 09.30 WIB di masjid gedung dakwah, kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta.”Saat ini semua panitia masih rapat persiapan pernikahan,” kata dia saat dihubungi Tempo, Kamis 10 Maret 2011.

Din, yang menduda tujuh bulan setelah ditinggal mati Istrinya, Fira Baranata, 2010 lalu akan menikahi Novalinda Jonafrianty, janda 50 tahun, kelahiran Gresik, Jawa Timur. Nova memiliki tiga anak dengan satu cucu.
Menurut Syafrudin, Nova sepupu almarhum Fira. Dia juga anak dari mantan Ketua Kadin pada pemerintahan Orde Baru, Setiyono. Lulusan Fakultas Hukum Unair, Surabaya 1998 itu kini berprofesi sebagai notaris senior di salah satu PPAT di Jakarta.

Rencana pernikahan itu digelar sederhana. Undangan pun tidak disebar. Hanya pesan singkat (sms) yang dikirim sendiri oleh Din dan keluarga ke beberapa teman dekat. Berdasar laporan ke panitia, beberapa tokoh dijadwalkan hadir pada pernikahan nanti. Ada nama Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat Taufik Kiemas dan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Banyak lagi tokoh yang hadir. Pejabat dan wartawan juga diundang,” terang Syafrudin. Din hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi tentang rencana pernikahanya itu, beberapa nomor miliknya tak bisa dihubungi.”Mungkin Pak Din sedang repot mengurus persiapan nikahnya,” ucap Syafrudin, yang juga salah satu panitia penikahan ini. MUHAMMAD TAUFIK

Senyumnya terus mengembang setiap kali disalami satu per satu undangan yang hadir di acara tasyakuran pernikahannya. Di sebelahnya, sang suami, Din Syamsuddin, juga terus menebar senyum. Mereka duduk bersanding seperti galibnya pengantin baru di kursi pelaminan yang sederhana. Ratusan undangan terlihat sabar mengantre memberikan ucapan selamat kepada pasangan yang berbahagia itu.
Upacara pernikahan pasangan Din dan Linda, panggilan akrab Novalinda, yang berlangsung kemarin tersebut memang dibalut secara sederhana. Akad nikah dilaksanakan sekitar pukul 09.00 di Masjid At Taqwa, kompleks Kantor PP Muhammadiyah di kawasan Menteng, Jakarta. Sejumlah tokoh nasional dan pejabat penting negara hadir sebagai saksi pernikahan tersebut. Di antaranya, Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPD Irman Gusman, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menkum dan HAM Patrialis Akbar, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Menperin Fahmi Idris, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, serta Dubes Norwegia Eivind S Homme. Sejumlah artis yang tergabung dalam pengajian binaan Din, Orbit, juga datang. Di antaranya, Cici Tegal, Astri Ivo, dan Ratih Sanggarwati.
Dalam kesempatan tersebut, di antara para tokoh, pejabat tinggi, dan para artis itu, ada yang diminta memberikan sambutan untuk pernikahan Din dan Linda. Sebelum akad nikah dimulai, Linda membuat deg-degan sejumlah pihak. Sebab, dia datang terlambat. Namun, Din justru tenang. ”Lagi di jalan. Yang penting, calon mempelai datang,” ucap Din sembari bercanda.
Saat Linda datang, akad segera dimulai. Dengan menggunakan bahasa Arab, Din mengucapkan kalimat ijab dengan fasih. Untuk maskawin, dia memilih satu set buku tentang Islam dan satu set mushaf Al Quran. Setelah akad nikah, acara dilanjutkan dengan tasyakuran di aula Gedung Dakwah Muhammadiyah, sekitar 200 meter dari lokasi ijab kabul. Dalam acara tasyakuran itulah, Din dan Linda duduk di pelaminan. Pakaian mereka saat itu sama dengan yang dikenakan saat ijab kabul.
Bagi Din, Linda bukan orang lain. Dia adalah sepupu almarhumah istrinya, Fira Beranata, yang meninggal karena serangan jantung tujuh bulan lalu. ”Ibunda Mbak Linda dengan ayahanda mertua (ayah almarhumah istri Din) bersaudara. Jadi, Mbak Linda dengan almarhumah istri sudah mengenal sebagai sepupu dan saudara,” tutur Din ketika ditemui di sela-sela tasyakuran pernikahan itu. ”Dulu dia (Linda) panggil saya uda, sekarang honey,” canda lelaki 52 tahun tersebut.
Din mengakui, sebelum pilihannya jatuh kepada Linda, dirinya mendapatkan banyak tawaran untuk calon istri. Tetapi, dia lebih mengutamakan calon dari keluarga. Din ternyata pernah membatalkan keinginannya meminang Linda. ”Saat itu sempat diputuskan tidak jadi meminang (Linda). Kami sempat putuskan agar hubungan yang terjadi tetap seperti kakak dan adik,” papar dia. Tetapi, semuanya berubah ketika Din umrah dan beristikharah di depan Kakbah. Hasilnya, Din semakin mantap menjatuhkan pilihan kepada Linda.
Ternyata, pilihan Din tidak bertepuk sebelah tangan. Begitu dia meminang, putri mantan Direktur Utama PT Semen Gresik Sotion Ardjanggi itu langsung menerimanya. Mengapa langsung menerima pinangan Din? Sebab, papar Linda, dirinya telah cukup lama mengenal sosok Din. ”Saya kenal Pak Din sudah lama. Sebab, almarhumah istrinya adalah sepupu saya dan anak-anaknya juga keponakan saya,” ujar Linda, diselingi tawa kecil.
Selain pertimbangan hubungan keluarga, Linda mantap karena rentang usia dirinya dan Din tidak terlampau jauh. Hanya tiga tahun (Din berusia 52 tahun dan Linda berumur 49 tahun). Meski tidak lagi muda, janda tengah baya yang telah memiliki tiga putra dan seorang cucu tersebut masih cantik dan energik.
Seperti diberitakan di harian ini, sehari-hari Linda berpraktik sebagai notaris. Kantor dan rumahnya terletak di Perumahan Pesona Wahidin Blok B-31, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jatim. Di sana, Linda tinggal sendirian. Tiga putranya menetap di Jakarta. Meski sendiri, dia beserta empat pegawainya masih aktif menjalankan usaha tersebut.
Meski mencintai pekerjaan sebagai notaris, alumnus Fakultas Hukum Unair itu siap meninggalkan profesi tersebut demi mendampingi suami. Seperti diketahui, sebagai tokoh agama, Din terbilang sibuk dan memiliki segudang kegiatan di dalam maupun luar negeri. ”Saya siap mundur demi mendampingi Pak Din dalam kegiatan sosial dan dakwah serta merawat anak-anak. Saya akan berusaha maksimal,” ujar perempuan kelahiran 9 November 1961 itu.
Din kepada wartawan mengatakan, kehadiran Linda akan melengkapi kehidupannya. Alumnus IAIN Jakarta tersebut merasa bahagia bisa mendapatkan pendamping yang memiliki komitmen sama dengan dirinya. ”Tentu tidak sekadar istri, tapi juga pendamping dan mitra perjuangan. Kadang kala saya butuh santunan psikologis, teman curhat soal segala kesibukan. Alhamdulillah Mbak Linda punya komitmen sama,” ujar Din semringah.
Din pun sempat melontarkan candaan soal istrinya. Dia mengungkapkan, sang istri berasal dari Ranah Minang, tepatnya Bukittingi, Sumatera Barat. Namun, Linda tidak bisa berbicara bahasa Minang sama sekali. ”Mungkin karena lahir dia di Gresik, sekolah juga di Unair. Bapak dan Ibunya Minang, tapi bisanya bahasa Jawa Timuran,” candanya diselingi tawa sang istri.
Soal rumah tinggal, Din menyatakan telah meminta Linda pindah ke Jakarta, meski kantor sang istri berada di Gresik. Din juga telah menyiapkan rumah tinggal yang baru. Rumah tersebut terletak tidak jauh dari kediaman lamanya di kawasan perumahan Pejaten Elok. ”Sebaiknya kediaman yang lama jadi rumah memori. Mulai malam ini (kemarin malam) kita berdua akan menempati rumah yang baru. Tidak jauh dari rumah yang lama,” kata Din.
Ketika ditanya rencana bulan madu, Din mengatakan belum ada rencana. Dia berkilah, kedua mempelai adalah mempelai lansia. ”Nantilah, ini sudah kakek-nenek,” ujarnya sambil terbahak. Namun, pria kelahiran Sumbawa tersebut sempat mengungkapkan bahwa dirinya akan mengikuti Konferensi Agama Dunia Perdamaian di New York, Amerika Serikat, pada 22 Maret mendatang. Mungkin sang istri akan diajak serta. ”Saya nggak tahu ini istri mau apa nggak,” imbuhnya sembari melirik sang istri
Bagaimana dengan anak-anak Din dan Linda? Acara kemarin dihadiri semua anak Din maupun Linda. Kebetulan, keduanya sama-sama punya tiga anak, dan semuanya laki-laki. Farazahdi Fidiansyah, 21, putra sulung Din, ketika ditanya wartawan mengatakan, butuh waktu untuk memanggil Linda sebagai ibu. Dia dan adik-adiknya selama ini memanggil Linda dengan sebutan tante. Dia juga meyakini papanya dan ibu tirinya tersebut akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. (***)

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Pak Din yang Berbahagia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: