>Munas LDII VII 2011 Memutuskan Prof. Dr. KH Abdullah Syam, MSc sebagai ketua umum periode 2011-2016

>

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Panitia Pelaksana Ir H Chriswanto Santoso MSc di Graha LDII Jatim di Surabaya, Rabu malam, Prof Abdullah Syam terpilih untuk ketiga kalinya. “Prof Abdullah Syam didukung 66,67 persen pengurus dari 33 provinsi se-Indonesia,” katanya dalam penutupan Munas VII yang dilakukan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Mallarangeng itu.

Chriswanto mengatakan, mekanisme pemilihan ketua di LDII agak berbeda jika dibandingkan dengan organisasi lainnya. ’’Di sini bukan orang yang deklarasi mencalonkan diri dan kemudian melakukan pendekatan, namun perwakilan provinsi sendiri yang mengajukan,’’ ujar pria yang juga menjabat sebagai ketua bidang dakwah DPP LDII tersebut.
Seorang calon bisa maju dalam bursa pemilihan di munas. Menurut dia, minimal namanya dicalonkan oleh 30 persen DPD provinsi di seluruh Indonesia. ’’Semangatnya untuk menghindari politik transaksional karena kami mengedepankan akhlakul karimah. Kami juga tidak membatasi periodisasi seorang ketua umum,’’ ucapnya.

Namun, Chriswanto mengatakan, bila ada lebih dari satu nama yang diajukan lebih dari 30 persen suara, pihaknya akan melakukan musyawarah. ’’Selanjutnya, bila tidak bisa, kami akan melakukan voting,’’ tambahnya. Hanya, sejauh ini, Chriswanto menyatakan bahwa LDII belum pernah melakukan voting.
’’Seperti dalam munas lima tahun lalu. Ketika itu, ada dua nama. Salah satunya adalah Pak Syam ini (Abdullah Syam, ketua umum DPP LDII, Red),’’ ujarnya, seraya menunjuk Syam yang duduk di samping kirinya. Namun, calon lainnya itu langsung mundur begitu merasa kalah senior ketimbang Syam. ’’Jadi, selalu mufakat,’’ tambah pria yang juga wakil ketua DPD Golkar Jatim tersebut.

Hanya, dalam munas kali ini, muncul tiga nama yang beredar di antara peserta munas sebagai calon kuat. Yang pertama adalah sang incumbent, Abdullah Syam, yang kedua adalah Chriswanto Santoso, dan yang ketiga adalah Prasetyo Sunaryo, yang kini juga merupakan salah satu ketua di DPP organisasi yang mengklaim mempunyai 15 juta pengikut di seluruh Indonesia.

Menurut Chriswanto Santoso, Prof Abdullah Syam ditetapkan menjadi calon tunggal sesuai dengan Pasal 5 Peraturan Pemilihan tentang suara minimal calon ketua umum yakni 30 persen lebih suara. “Kalau hanya ada satu calon ketua umum, maka dia otomatis menjadi calon tunggal. Prof Abdullah Syam terpilih menjadi calon tunggal dan akhirnya terpilih menjadi ketua umum secara aklamasi,” katanya.

Setelah ketua umum terpilih yang juga merangkap sebagai ketua formatur, maka peserta sidang memutuskan enam anggota formatur yang akan membantu ketua umum untuk melengkapi susunan kepengurusan LDII. Keenam anggota formatur adalah dua anggota Dewan Penasihat DPP LDII, sedang satu wakil dari Sumatera (Sumbar), Jawa-Bali (Yogyakarta), satu wakil dari Kalimantan-Sulawesi (Sulteng), dan satu wakil dari Maluku/Irian/NTB (Papua).

“Program periode sekarang antara lain pemberdayaan umat pada kewirausahaan, pengembangan sumberdaya manusia yang profesional dan religius, serta perwujudan ekonomi syariah, dan sebagainya. Kami memang menggelar pembahasan program, lalu mencari pemimpin yang cocok,” katanya. http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/11/03/10/168365-prof-abdullah-syam-pimpin-ldii-20112016

Munas LDII VII Tahun 2011, terasa sangat istimewa karena selain munas yang pertama diadakan di luar Jakarta, munas VII ini diadakan pada tempat lahirnya LDII 39 tahun yang lalu. Dengan mengambil tema “Pengembangan SDM Profesional Religius Menuju Indonesia Sejahtera, demokratis, berkeadilan dan bermartabat”. LDII berharap munas tahun ini akan menjadi momentum penting dalam membuat program-program kerja 5 tahun ke depan.
Akhirnya dari 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang ada di seluruh Indonesia, sepakat mengesahkan kembali ketua umum yang lama yaitu Prof Dr KH Abdullah Syam, MSc sebagai ketua umum periode 2011-2016. Dengan dilakukan proses yang sangat demokratis dan penuh dengan kedamaian, sidang paripurna bisa berjalan dengan aman dan lancar.
Gus Ipul (wabup jatim), dalam arahannya sangat memberikan apresiasi kepada LDII sebagai ormas Islam yang selalu konsisten melakukan dakwah bil hal yang tidak menggunakan kekerasan dalam menyebarkan agama Islam, melainkan dengan santun dan damai. LDII selama ini banyak memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dalam ikut membantu pemerintah mensejahterakan masyarakat, sambung mantan menteri negara pengentasn desa tertinggal. Ke depan Beliau berharap LDII terus konsisten membina umat yang selalu tafaqull fiddin, dan jangan terlalu aktif di politik.
Pada kesempatan ini juga, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Dr. H. Andi Alfian Malarangeng ikut menhadiri penutupan munas VII LDII Tahun 2011. Dalam sambutannya, menteri yang terkenal dengan kumisnya itu menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan LDII sangat berkorelasi dengan program pemerintah pusat untuk membentuk generasi muda yang profesional dan religius, antara lain dengan program “pengajian muda-mudi’, sepakbola dan pencak silat.  Kemenagpora siap bekerjasama dan membantu semua komponen bangsa termasuk LDII mencetak pemuda yang berkarkter kebabngsaan. Pondok pesantren menjadi pilihan tempat membentuk generasi tersebut. Beliau menyampaikan pemuda jangan hanya menjadi mubaligh atau mubalighot saja, tetapi juga perlu diberi bekal ketrampilan dan skill kemandirian, seperti pramuka, olahraga, drum band dan pencak silat. Syukur bisa menjadi atlit yang berprestasi baik di tingkat nasional dan international. Menteri yang pernah menjadi juru bicara presiden ini tidak asing lagi dengan LDII, karena ada beberapa saudara Beliau yang sampai sekarang aktif mengikuti kegiatan di LDII.

Menegpora Minta Semua Bermuara pada Putusan FIFA

Rabu, 9 Maret 2011 23:05 WIB | 454 Views

Surabaya (ANTARA News) – Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng meminta semua perbedaan yang berkembang tetap bermuara pada keputusan FIFA tentang kongres dan proses pemilihan sesuai statuta FIFA.

“Saya berharap semua internal demokrasi yang terjadi bermuara pada standar Statuta FIFA dan standar `electoral code` yang sesuai keputusan FIFA pasca-Sidang Komite Eksekutif (Exco) FIFA di Zurich,” katanya di Surabaya, Rabu malam.

Didampingi Wagub Jatim H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di sela-sela penutupan Munas VII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Surabaya ia mengatakan, FIFA sudah menetapkan jadwal kongres dan semua elemen perlu dirangkul dalam kongres itu, termasuk LPI.

“Kongres akan bisa berjalan dengan baik bila semua elemen menjadikannya sebagai momentum mereformasi dan merestrukturisasi PSSI,” kata Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Menurut dia, pemerintah sendiri tidak akan melakukan intervensi dengan masuk terlalu jauh, namun pemerintah akan membina, mengatur, dan mengawasi dari jauh.

“Ibarat sepak bola, kalau kami melihat ada yang `off side` ya akan kami semprit. Saya sudah minta Dubes RI di Swiss Djoko Susilo dan Ketua KONI/KOI Rita Subowo untuk menemui Presiden FIFA Sepp Blatter di Zurich, Swiss. Semuanya harus menggunakan standar FIFA,” katanya.

Ditanya tentang pernyataan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang menyangsikan pertemuan Dubes Swiss dan Ketua KONI dengan Presiden FIFA Sepp Blatter itu, Andi Mallarangeng menilai hal itu terserah dia (Nurdin).

“Ya, terserah dia, tapi saya minta marilah kita berkongres yang sebaik-baiknya, pemerintah sendiri akan mengawasi dari luar,” katanya.(*)

Berita Terkait :

Andi Mallarangeng: “Reshuffle” PKS Terserah Presiden

REPUBLIKA.co.id, Surabaya – Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan “reshuffle” kader PKS di kabinet terserah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

“Yang jelas, kalau nggak bisa bekerja sama, tentu akan dipertimbangan untuk penataan ulang. Penataan itu dilakukan agar pemerintahan efektif,” katanya di sela-sela penutupan Munas VII LDII di Surabaya, Rabu malam.

Didampingi Wagub Jatim H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) itu menegaskan bahwa bentuk penataan ulang dalam koalisi untuk efektifitas pemerintahan itu juga terserah Presiden.

“Kalau teman-teman di Demokrat seperti itu (terkesan berbeda pendapat soal ‘reshuffle’ kabinet), tentu mereka mempunyai pikiran untuk merespons parpol lain. Jadi, itu (berbeda pandangan) bebas, karena merespons opini yang berkembang dari parpol lain,” katanya.

Menurut dia, pembicaraan antarpimpinan parpol dalam koalisi masih berlangsung, karena itu bila pimpinan PKS belum diundang Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY, maka hal itu masih ada kemungkinan dalam beberapa hari ke depan.

“Kalau PKS belum, mungkin masih ada waktu untuk beberapa hari ke depan, tapi kepastiannya tergantung Presiden,” katanya.

Andi Malarangeng “Saya akan Bantu Fasilitas Olahraga LDII”

Dalam rangka perhelatan Munas VII LDII di Surabaya pada 8-9 Maret 2011, jajaran ketua DPP LDII yang diwakili Prasetyo Soenaryo dan Shobar Wiganda, serta Wakil Sekjen DPP LDII Hidayat Nahwi Rasul menemui Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Andi Alfian Mallarangeng. Pertemuan itu diadakan di kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga di bilangan Senayan, Jakarta. LDII perlu melakukan audiensi, lantaran tema Munas kali ini sangat berkonsentrasi terhadap pembinaan generasi muda, sesuai target LDII yang ingin menghasilkan generasi profesional religius. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah, yang ingin membangun pemuda yang memiliki intelektual, profesional, dan memiliki moral – yang salah satunya melalui olahraga. Andi Alfian Mallarangeng didampingi Asisten Deputi Menegpora, Rathoyo Rasdan. Pertemuan kepentingan antara LDII dan pemerintah inilah yang mendasari pertemuan itu, yang memungkinkan dibuatnya kerjasama antara pemerintah dan umat Islam. Menurut Andi Alfian Mallarangeng, sebisa mungkin LDII berdakwah di seluruh lapisan masyarakat, dengan demikian keberadaan LDII memberi manfaat besar dalam pembentukan bangsa. “Untuk kepemudaan, LDII harus aktif mendorong kepramukaan dan membentuk Pramuka satuan komunitas (Sako),” ujar Andi Alfian Mallarangeng. Dia juga mengingatkan kiprah LDII di masa lalu yang sukses menghelat sepak bola dalam kompetisi Piala Mendagri, yang menurutnya sangat bagus untuk pembinaan pesepakbola ke depan. Misalnya, akan banyak lahir pesepakbola nasional dari LDII, semisal Budi Sudarsono. “Bila LDII mau menyemarakkan olahraga dan sepakbola nasional, saya akan membantu fasilitasnya,” ujar Andi Alfian Mallarangeng. Dalam kesempatan itu, Andi Alfian Mallarangeng bersedia hadir dalam Munas LDII VII dan menunjuk Asisten Deputi Kementrian Pemuda dan Olahraga, Rathoyo Rasdan untuk mendampinginya selama di Surabaya.

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Keputusan Munas 2011. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: