>Berita seputar Munas LDII ke-7 di Surabaya, 8-9 Maret 2011

>

TEMPO Interaktif, SURABAYA – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII, di hotel Shangri-La Surabaya, Selasa siang ini (8/3). Munas digelar hingga Rabu besok (9/3).

Ketua panitia Munas LDII Ir. H. Criswanto Santoso, MSc mengatakan, Munas kali ini diikuti 1.300 peserta. Di antaranya dari Unsur Dewan Penasehat DPP LDII, Pengurus Pleno DPP LDII, utusan DPD Provinsi, serta DPD kabupaten dan kota seluruh Indonesia. “Alhamdulilah, perwakilan seluruh provinsi maupun kabupaten dan kota di Indonesia hadir,” sambung Ketua DPD LDII provinsi Jawa Timur tersebut, Selasa (8/3).

Selain melakukan pembahasan AD/ART, Munas lima tahunan ini juga akan memilih ketua Umum LDII yang baru. Dengan tema “Meningkatkan Pengembangan SDM Profesional Religius Menuju Indonesia Sejahtera, Demokratis, Berkeadilan dan Bermartabat”, Munas diharapkan mampu mencari solusi untuk membantu bangsa dari berbagai krisis yang terjadi.

Selain dihadiri pengurus LDII, Munas kali ini juga dihadiri Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH.  Said Aqil Siradj dan salah seorang Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Malik Fajar. “Rencananya, Menpora Andi Malarangeng juga hadir untuk menjadi pembicara,” ujar Criswanto.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Prof Dr. KH.Abdullah Syam,MSc mengatakan, Munas di Surabaya ini adalah yang pertama digelar diluar Jakarta. “Sejak didirikan 39 tahun lalu, baru kali ini Munas dilaksanakan di luar Jakarta,” papar Abdullah.

Sejak berganti nama dari Lemkari menjadi LDII, hingga saat ini LDII sudah tersebar di 33 provinsi dan 491 kabupaten dan kota. “Bahkan cabang LDII sudah ada di sembilan negara,” tutur Abdullah. Green Dakwah menjadi icon munas LDII tahun ini, dengan maksud bahwa LDII akan memberikan kontribusi bagaimana memberikan pencitraan bahwa umat Islam tidak identik dengan radikalisme dan anarkisme, tetapi penuh dengan kedamaian, kesejukan, kesantunan dan kesalehan sosial, sambung Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB ini.

Acara Munas juga secara langsung disiarkan melalui fasilitas internet yang bisa diakses oleh jemaah LDII di beberapa negara, seperti Mekah, Katar, India, Cina, Korea, Jepang, Belanda, Jerman, Norwegia, Kanada, Amerika, Australia, dan Malaysia dengan melihat di www.lantabur.tv

MUNAS VII DPP LDII 2011 : 

Mengembangkan SDM Profesional dan Religius


Musyawarah Nasional VII DPP LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), agenda lima tahunan organisasi kembali digelar. Acara ini dihelat pada tanggal 8-9 Maret 2011. Agenda Munas hari pertama dilaksanakan di Hotel Shangri-la Surabaya. Hari kedua Munas dilaksanakan di Grha LDII Surabaya. Tema yang diangkat adalah “Meningkatkan Pengembangan SDM Profesional Religius Menuju Indonesia Sejahtera, Demokratis, Berkeadilan dan Bermartabat”

Sehari sebelum Munas, DPP LDII menggelar acara Temu Media di Restoran Agis Surabaya. Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam, Ketua DPP LDII sekaligus Organizing Committee Chriswanto Santoso, Wakil Sekretaris Jenderal DPP LDII Hidayat Nahwi Rasul dan  Iskandar Siregar.
Munas ini dihadiri perwakilan DPD  33 provinsi dan 491 perwakilan DPD kabupaten/kota seluruh Indonesia dan para ulama. Total peserta mencapai sekitar 1.500 orang. Penekanan dalam Munas ini adalah SDM, sebagai upaya untuk menjawab tantangan yang multidimensional pada masa depan. Profesional religius mengandung makna bahwa SDM itu memiliki kompetensi di bidangnya sekaligus  memiliki akhlaqul karimah (ahlak yang mulia) dan ketaqwaan yang tinggi terhadap Allah SWT.

Tema ini akan dibahas lebih dalam dalam Munas selama 2 hari tersebut, untuk memperoleh langkah-langkah konkrit bagaimana membentuk generasi yang profesional religius. Di antaranya, bagaimana mendidik generasi sejak dari kandungan, mulai dari usia dini hingga dewasa. LDII menempatkan keluarga dalam posisi yang penting dalam pembentukan generasi profesional religius, lantaran dalam keluarga nilai-nilai itu ditanamkan.

Targetnya, LDII ingin melahirkan generasi yang mandiri, berkompeten, berakhlaqul karimah (berbudi pekerti yang luhur), dan memiliki kepahaman terhadap aqidah-aqidah Islam sehingga memiliki ketaqwaan yang tinggi.
Selain itu, dalam acara Munas ini juga ditekankan pentingnya konstitusi sebagai landasan hidup dan berbangsa, termasuk dalam memecahkan berbagai persoalan yang melilit bangsa ini. LDII juga menekankan bahwa NKRI sebagai eksistensi bangsa Indonesia adalah final.

Pembicara yang diundang antara lain Prof Dr Agil Siradj, Ketua Umum PBNU, KH Umar Shihab, Ketua MUI Pusat,Deputi Menkopolhukam mewakili Menkopolhukam, Prof Malik Fajar, Ketua PP Muhammadiya, Prof Katjung Maridjan, Sosiolog Unair, Dirut Bank Mandiri Syariah, H. Daud Poliradja mewakili Dewan Masjid Indonesia, dll. Selain itu Munas LDII VII juga dihadiri jajaran pemerintah kota Surabaya, perwakilan MUI DKI Jakarta, perwakilan MUI Jatim, perwakilan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, dan para tokoh Ormas, dan partai politik. “Andi Alfian Malarangeng, Menegpora dijadwalkan pukul 2 siang menjadi pembicara dalam Munas,” kata Chriswanto Santoso, Ketua Panitia.

Sementara itu, pemilihan Surabaya sebagai tempat penyelenggaraan Munas VII LDII didasarkan lantaran kesejarahan bahwa LDII yang dulunya bernama Lemkari dilahirkan di Surabaya pada 1 Juli  1972. Selain itu pemilihan Surabaya didasarkan juga kesiapan sumber daya, sarana dan prasarana LDII di Surabaya yang memadai untuk menyelenggarakan Munas VII LDII.

 

Ketum LDII Bicara : Islam Tidak Mengenal Radikalisme

REUTERS/Suhaib Salem

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tegaskan, Islam yang dia anut bukanlah Islam yang radikal. “Kita harus tunjukan, Islam tidak radikal, Islam sejuk dan damai,” kata Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam, ketika membuka Munas LDII ke-VII di Shangri-la Hotel Surabaya, Selasa (8/3).

Sebagai Ketua Umum LDII, Abdullah mengaku beberapa kali ditanya oleh atase pertahanan beberapa negara tetangga mengenai Islam ala LDII. “Saya jelaskan ke mereka, semua yang dialamatkan ke Islam salah, Islam tidak radikal,” tegasnya.
.
Untuk mewujudkanIislam yang ramah, LDII telah merumuskan sistem Green Dakwah yang berisi tujuh prinsip yaitu berpedoman terhadap Al-Quran dan Hadist, kemudian Islam yang shaleh, lantas Islam yang santun dan sejuk.
.
Prinsip selanjutnya adalah Islam yang menjunjung kemaslahatan umat, selalu menjaga lingkungan, menjaga pola hidup sehat serta prinsip terkhir, adalah Islam yang menjunjung tinggi kasih sayang.
.
LDII saat ini juga terus menjalin hubungan dengan pemerintahan di antaranya kerjasama dengan Menteri Kesehatan dalam membangun 49 Posko Kesehatan Pesantren dengan anggaran Rp 56 juta untuk tiap pesantren.
.
Di tempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia bidang Ukwah, Umar Shihab berharap, LDII bisa meninggalkan masa lalu dan menatap ke depan dengan prinsip Islam yang benar.
.
“LDII pernah rusak, LDII harus tunjukan kesalahan masa lalu dan jangan mengulangi,” kata Umar ketika memberikan sambutan dalam pembukaan Munas LDII.
.
Pada prinsipnya, tambah Umar, umat Islam terpecah karena dua perbedaan. Perbedaan pertama, terkait perbedaan prinsip Islam. “Seperti Ahmadiyah, pinsip Islamnya berbeda,” tambah dia.
.
Sedangkan Perbedaan kedua adalah menyangkut perbedaan furuiah atau perbedaan madzhab. “Perbedaan madzhab sah saja, tapi seyogyanya perbedaan ini jangan menjadikan kita terpecah,” ujarnya.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

SBY Sudah Panggil Menteri Yang Akan Diganti
“Insya Allah akan ada perubahan untuk penataan ulang kabinet yang signifikan.”
Selasa, 8 Maret 2011, 17:24 WIB

Arry Anggadha

Achmad Mubarok (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui dua orang staf, Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa telah melakukan komunikasi politik dengan Partai Gerindra dan PDI Perjuangan.

Itu dikatakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok di Surabaya, 8 Maret 2011. “Presiden dan sejumlah orang kepercayaannya telah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai politik,” kata Ahmad Mubarok.

Dikatakan, SBY dimungkinkan bakal melakukan reshuffle sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Saat ini proses tengah berjalan. “Insya Allah akan ada perubahan untuk penataan ulang kabinet yang signifikan,” lanjut Mubarok di sela-sela menghadiri Munas ke-VII LDII di Hotel Shangri-La Surabaya.

Mubarok mengaku partai yang bertemu ‘kurir’ yang diutus SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, yakni Sudi Silalahi dan Hatta Rajasa dipastikan tak akan bersama lagi dalam lingkaran pemerintahan. Otomatis posisi menteri yang dijabat kader PKS akan diganti.

“Partai yang bertemu utusan Pak SBY akan ditinggal,” kata Mubarok kepada Republika usai acara Munas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Surabaya, Selasa (8/3).

Meski belum tahu kapan terjadi pergantian kabinet, namun Mubarok memastikan bakal terjadi penataan besar-besaran. Ia mengatakan beberapa menteri akan digeser dan diganti kader.

Ia menyatakan pergantian menteri PKS bukan karena masalah sikap Fraksi PKS yang mendukung kebijakan Hak Angket mafia pajak DPR RI. “Evaluasi sudah lama dilakukan dan itu berdasarkan kinerja dan kesepakatan partai koalisi.”

Mubarok menegaskan, sejumlah menteri yang akan ‘dilengser’ sudah dipanggil SBY. “Tunggu saja, saya belum bisa ngomong soal itu,” pungkasnya. (adi)

MUI Minta Pemerintah Larang Ahmadiyah

Selasa, 8 Maret 2011 18:47 WIB | 539 Views

Surabaya (ANTARA News) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof KH Umar Shihab meminta pemerintah melarang jamaah Ahmadiyah dan pihaknya akan siap membina anggota kelompok itu.

“Kalau tidak dilarang, maka orang-orang yang fanatik akan terus mengganggunya. Bagi MUI, upaya mencegah kerusakan itu lebih utama daripada upaya meraih manfaat,” katanya di Surabaya, Selasa.

Disela pembukaan Munas VII LDII di Surabaya yang dihadiri 1.300 peserta se-Indonesia, ia menegaskan bahwa pelarangan kegiatan yang sudah dilakukan beberapa daerah akan membuatnya sadar.

“Pemerintah daerah di berbagai daerah di Indonesia itu melarang paham Ahmadiyah yang menyimpang dari paham Islam, karena itu pemerintah pusat harus merespons dan kami siap membina,” katanya.

Menurut dia, SKB Tiga Menteri dari Menag, Mendagri, dan Jaksa Agung sebenarnya sudah membekukan kegiatan Jamaah Ahmadiyah, namun hal itu terbukti tidak membuat anggota jamaah itu menjadi sadar.

“Karena itu, pemerintah perlu melarang, seperti halnya MUI yang sudah jelas melarang ajarannya yang sesat dari ajaran Islam itu. Pemerintah jangan menunggu korban yang lebih besar lagi, tapi hendaknya lebih mengantisipasi,” katanya.

LDII

Senada dengan itu, Ketua Umum DPP LDII Prof DR KH Abdullah Syam MSc menyatakan pihaknya mengikuti apa kata MUI tentang Ahmadiyah.

“Itu ada penyimpangan, apalagi sudah ada SKB. Kita ikuti tindakan MUI. Kami siap membina mereka secara teknis dan bagaimana menjadi warga negara yang baik,” katanya.

Di depan 1.300 peserta Munas VII LDII, ia menegaskan bahwa LDII sebagai lembaga dakwah akan mengedepankan cara-cara “tasammuh” (hormat) atau toleran.

“LDII tidak akan memperbesar perbedaan, tapi kami akan mencari titik-titik persamaan, seperti bagaimana membangun ekonomi atau pendidikan umat. Itulah dakwah kami,” katanya.

Menurut dia, LDII yang dilahirkan di Surabaya pada 1 Juli 1972 telah mencanangkan “green dakwah” untuk dakwah yang menyejukkan, tidak saling menyalahkan, dan mendorong ukhuwah Islamiyah.

“Green dakwah ada tujuh panduan yakni berpedoman Al Quran dan Hadits, mendorong kesalehan sosial, caranya santun dan tasammuh, mengutamakan kemaslahatan umat, berwawasan lingkungan, pola hidup sehat, dan kasih sayang,” katanya.

 
Duta DPD LDII Jember pada MUNAS LDII VII di Hotel Sangri-La Surabaya

DPD LDII Kabupaten Jember ikut andil dalam penyelenggaraan Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia ke-7 di hotel Sangri-La Surabaya. Drs. Sunardi, M.T. (ketua DPD LDII Kabupaten Jember) bersama sekertaris Ahmad Malik Effendi dan Pembina KH. Masduki dan Ir. Arif Iswanto, M.Sc berangkat dari Jember hari Minggu, 6 Maret 2011 untuk mensukseskan Munas LDII ke-7 tahun 2011 di Hotel Sangri-La Surabaya.
Berikut beberapa foto yang diambil pada Munas LDII ke-7

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Berita Munas LDII ke-7. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: