> Sidang Putusan Perkara Pencemaran Terhadap LDII

>

Sidang Putusan Perkara Pencemaran Terhadap LDII Berakhir dengan Kurungan 2 tahun Penjara

var addthis_pub=”republikaonline”; Bookmark and Share

TANJUNGPINANG–Sidang perkara pencemaran nama baik yang dilakukan Hazarulah Aswad, Sekretaris Forum Komunikasi Mesjid dan Mushalah terhadap Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berakhir dengan Rabu, setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang memutuskan hukuman dua tahun penjara terhadap terdakwa.

Keputusan majelis hakim lebih tinggi 1,5 tahun dibanding tuntutan jaksa. Majelis hakim yang diketuai Antono Rustono buru-buru keluar dari ruangan sidang setelah terjadi keributan di ruangan sidang.

Kasus pencemaran nama baik LDII terjadi pada 3 November 2007 ketika Hazarulah menjadi narasumber dalam dialog interaktif yang bertemakan aliran sesat yang digelar RRI.

Hazarulah menyebutkan ajaran LDII termasuk sesat. Itu berdasarkan buku-buku yang menjadi referensinya.

Sementara hakim berpendapat, Hajarulah tidak memiliki hak menyebutkan LDII itu sesat. Lembaga yang berhak memutuskan LDII sesat ataupun tidak adalah MUI.

Menurut hakim, LDII adalah lembaga resmi yang diakui MUI dan pemerintah.

“Pernyataan Hazarulah di RRI itu dapat memecahkan persatuan bangsa dan menimbulkan keresahan warga LDII,” kata Antomo Rustono.

Hakim memutuskan, barang bukti berupa kaset dan lima buku yang menyebutkan ajaran LDII sesat milik Hazarulah dirampas untuk negara.

“Kaset rekaman dialog interaktif di RRI dimusnahkan,” kata Antono.

Kuasa hukum LDII, Wa Ode Nur Zaenab mengatakan, keputusan majelis hakim mengejutkan bagi pengikut LDII.

“Tapi kepuasan itu bukan pada lamanya hukuman yang diputuskan hakim, melainkan pada kebenaran bahwa LDII bukan aliran sesat sebagaimana yang ditudingkan berbagai pihak,” kata Zaenab yang juga salah seorang pengurus Departemen Bidang Hukum LDII.

Dia mengatakan, kasus yang sama juga terjadi di beberapa daerah, termasuk di Bekasi. LDII selalu disudutkan oleh berbagai pihak.

“Kasus LDII di Bekasi sudah diputuskan Mahkamah Agung. LDII menang,” kata Zaenab

About jemberldii

Membangun Aqidah Umat dengan Ilmu dan Hikmah, Berakhlakul Karimah dan Memiliki Kemandirian
This entry was posted in Putusan Pencemaran LDII. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s